Jejakfakta.com, BONE — Ketua Terpilih DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan kader Golkar di Kabupaten Bone agar berani meninggalkan pola pendekatan politik konvensional. Menurutnya, perubahan cara berkomunikasi dan bekerja bersama masyarakat menjadi kunci untuk mengembalikan kekuatan Golkar di tengah perubahan perilaku politik masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan IAS saat bertemu sekitar 300 kader Golkar di Kantor Golkar Bone, Jalan Andi Besse Kajuara, Jumat malam, 21 Agustus 2026.

IAS menilai terkikisnya kekuatan Golkar di Bone salah satunya disebabkan pola pendekatan yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Baca Juga : IAS: Rekonsiliasi Jadi Kunci Perkuat Dominasi Golkar di Soppeng
“Salah satu jawaban mengapa kekuatan Golkar terkikis sebagaimana yang terjadi di Bone adalah pola pendekatan yang sudah ketinggalan. Jadi, mari bertekad mengubah pola pendekatan, atau semakin tertinggal,” ujar IAS.
Menurut IAS, politik di era modern tidak cukup hanya mengandalkan pemasangan atribut partai di ruang publik maupun pertemuan tatap muka yang bersifat seremonial. Partai politik, kata dia, harus mampu membangun komunikasi yang lebih aktif, terbuka, dan dua arah.
Ia mendorong kader Golkar memaksimalkan platform digital dan media sosial sebagai ruang membangun komunikasi dengan masyarakat.
Baca Juga : IAS Pimpin Roadshow 2 Golkar Sulsel, Konsolidasi Lintas Daerah Dimulai dari Soppeng
“Pemanfaatan platform digital dan media sosial secara aktif dan dua arah menjadi kunci utama. Kita juga perlu hadir bukan sekadar menyampaikan janji, melainkan membuka ruang diskusi interaktif. Utamanya, seputar isu-isu nyata yang dekat dengan keseharian warga seperti lapangan kerja, pendidikan, dan kesehatan,” kata IAS.
IAS Minta Kader Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu
IAS juga meminta kader Golkar memperkuat kehadiran di tengah masyarakat melalui kerja-kerja sosial yang konsisten. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin menghargai kehadiran politik yang autentik dan memberikan manfaat nyata.
Baca Juga : Bukan Kejar Kemenangan, IAS Bidik Golkar Kuasai Kursi di Semua Tingkatan
“Masyarakat saat ini lebih menghargai kehadiran yang autentik melalui kerja-kerja sosial yang konsisten. Pendekatan efektif dilakukan dengan turun langsung mendampingi kelompok-kelompok produktif, komunitas lokal, dan simpul-simpul masyarakat sipil. Jangan diam, tapi kader harus bergerak,” tegasnya.
Ia menambahkan, membangun kembali kepercayaan publik juga harus menjadi agenda utama kader Golkar. Salah satunya dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Kalau ini, kita harus lebih terbuka dalam menyerap aspirasi melalui metode yang inklusif. Pelibatan masyarakat dalam perumusan gagasan kebijakan atau ruang pengaduan yang responsif akan menunjukkan bahwa partai benar-benar berfungsi sebagai jembatan aspirasi yang fungsional dan akuntabel,” terang IAS.
Baca Juga : Keliling 13 Daerah, IAS Temukan Kerinduan yang Belum Hilang di Tubuh Golkar Sulsel
Pulang ke Bone, IAS Disambut Antusias Kader
Kehadiran IAS di Bone mendapat sambutan antusias dari kader Golkar. Ketua DPD II Golkar Bone, Andi Fahsar Padjalangi, mengatakan terdapat kerinduan kuat dari kader terhadap sosok IAS.
Menurut Fahsar, kerinduan tersebut bukan hanya karena IAS memiliki ikatan dengan Bone, tetapi juga karena rekam jejaknya yang selama ini aktif hadir dalam berbagai kontestasi politik di daerah tersebut.
Baca Juga : Baso: Kepemimpinan Visioner IAS Jadi Modal Golkar Sulsel Menuju Kejayaan
“Ada beberapa faktor yang memicu kerinduan itu. Pertama, bukan hanya karena Pak IAS ini memang adalah orang Bone, tapi juga karena IAS sebagai tokoh secara personal selalu hadir dalam kontestasi politik di tengah masyarakat Bone,” ujar mantan Bupati Bone dua periode tersebut.
Fahsar menilai terpilihnya IAS secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada 18 Agustus 2026 telah memunculkan optimisme baru di kalangan kader.
Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu membawa konsolidasi dan perubahan pendekatan politik Golkar hingga ke tingkat daerah.
“Setelah terpilih secara aklamasi pada 18 Agustus di Musda Golkar Sulsel lalu, optimisme kader menatap masa depan terbangun di mana-mana,” tutup Fahsar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




