Jejakfakta.com, BONE — Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menjaga sportivitas dan ketertiban dalam setiap pertandingan domino.
Ketua Pengprov PORDI Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada atlet maupun perangkat pertandingan yang terbukti memicu kericuhan.

Penegasan tersebut disampaikan IAS saat memberikan sambutan pada pembukaan Turnamen Domino BERAMAL Cup I yang memperebutkan total hadiah Rp300 juta di Lapangan Merdeka, Watampone, Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga : Roadshow 2 IAS di Soppeng: Rekonsiliasi Dua Putra Terbaik Bumi Latemmamala
IAS mengatakan, PORDI tidak ingin lagi kejuaraan domino diwarnai tindakan anarkis maupun keributan.
“Kami tidak ingin lagi ada keributan dalam pertandingan PORDI,” tegas IAS.
Untuk menjaga disiplin, PORDI Sulsel menyiapkan sanksi secara bertingkat bagi pihak yang terbukti melanggar aturan.
Baca Juga : Pulang Kampung ke Bone, IAS: Ubah Pendekatan atau Golkar Semakin Tertinggal
Atlet yang menjadi pemicu konflik dapat dikenai penangguhan hak bermain selama enam bulan hingga pencabutan status sebagai atlet secara permanen.
Sanksi juga dapat diberikan kepada gardu tempat atlet tersebut bernaung. Gardu yang terbukti terlibat dapat menerima teguran keras hingga pencabutan status sebagai gardu resmi PORDI.
Pengawasan juga berlaku bagi wasit. Wasit yang terbukti bertindak sewenang-wenang atau mengambil keputusan yang memicu keributan akan dilarang memimpin pertandingan. Dalam kasus tertentu, lisensi kewasitannya dapat dicabut.
Baca Juga : IAS: Rekonsiliasi Jadi Kunci Perkuat Dominasi Golkar di Soppeng
Selain memperketat penegakan aturan, PORDI Sulsel terus meningkatkan kualitas perangkat pertandingan melalui program Training of Trainers (ToT).
Di bawah kepengurusan IAS, saat ini telah terdapat 72 wasit yang mengantongi lisensi resmi.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Pengurus Besar (PB) PORDI. Ketua Divisi Pertandingan PB PORDI, Muflih Landung, yang hadir mewakili Ketua Umum PB PORDI, menilai penerapan sanksi penting untuk menciptakan efek jera.
Baca Juga : IAS Pimpin Roadshow 2 Golkar Sulsel, Konsolidasi Lintas Daerah Dimulai dari Soppeng
Menurutnya, aturan yang tegas diperlukan agar pelanggaran dan kesalahan serupa tidak terus berulang dalam pertandingan.
Dalam kesempatan tersebut, IAS juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasuluddin atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pembinaan olahraga domino melalui BERAMAL Cup I.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasuluddin mengimbau seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.
Baca Juga : Bukan Kejar Kemenangan, IAS Bidik Golkar Kuasai Kursi di Semua Tingkatan
Ia juga menyampaikan komitmen Pemkab Bone untuk menjadikan BERAMAL Cup sebagai agenda tahunan.
Sementara itu, Ketua Pengda PORDI Kabupaten Bone, Prof. Andi Sahabuddin, mengaku bangga atas terselenggaranya turnamen tersebut.
Menurutnya, BERAMAL Cup I merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bone dan PORDI dalam mendorong pembinaan olahraga domino.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan pasangan atlet dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hingga peserta dari luar provinsi.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, anggota DPRD Sulsel Andi Isman Padjalangi, jajaran Forkopimda Kabupaten Bone, serta pengurus PORDI Sulsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




