Sabtu, 29 Agustus 2026 15:24

Wali Kota Appi Perkuat Kolaborasi dengan Cendekiawan, Pembangunan Makassar Dikawal Berbasis Kajian

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Pembangunan Daerah yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Majelis Kajian Pembangunan (MKPD) Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDeS ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Pembangunan Daerah yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Majelis Kajian Pembangunan (MKPD) Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDeS ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong kolaborasi dengan akademisi dan cendekiawan agar pembangunan Makassar berbasis kajian dan berdampak nyata.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan kalangan cendekiawan untuk mengawal pembangunan Kota Makassar. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan kebijakan yang dilahirkan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Pembangunan Daerah yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Majelis Kajian Pembangunan (MKPD) Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDeS ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Arismunandar, Wakil Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Andi Tamsil, Ketua Dewan Pakar CIDeS ICMI Orwil Sulsel Prof. Abd. Hamid Paddu, Ketua CIDeS ICMI Orwil Sulsel Adi Suryadi Culla, para guru besar, serta peserta diskusi publik dan rapat kerja.

Baca Juga : HUT ke-419 Makassar: Bedah 419 Rumah, Nikah Massal Gratis hingga Layanan Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Munafri menekankan bahwa pemerintah membutuhkan mitra strategis dari kalangan akademisi dan cendekiawan untuk memastikan program pembangunan memiliki dasar pemikiran yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah tentu tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah butuh counterpart yang baik untuk memastikan seluruh program-program ini bisa berdampak dan berkualitas kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, CIDeS ICMI memiliki posisi strategis dalam menjembatani gagasan akademis dengan kebutuhan implementasi di lapangan. Karena itu, ia berharap forum tersebut mampu melahirkan rekomendasi program dan agenda strategis bagi pembangunan Kota Makassar.

Baca Juga : Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar

Dalam sesi diskusi, Munafri juga menanggapi pendekatan pembangunan masyarakat Kota Makassar yang dinilai memerlukan penguatan edukasi. Munafri menyepakati pentingnya edukasi sebagai fondasi dalam membangun masyarakat.

Namun, Wali Kota yang akrab disapa Appi tersebut menekankan bahwa edukasi pembangunan masyarakat saat ini harus dimulai dari pendidikan karakter dan budaya. Ia menilai berbagai persoalan sosial, termasuk rendahnya kepatuhan terhadap aturan, berakar pada minimnya kesadaran diri.

“Saya sepakat sekali bahwa pendekatannya ini pendidikan. All about the education,” tegasnya.

Baca Juga : Dampingi Pelepasan Kontingen KONI Makassar, Kadispora Syamsul Bahri Dukung Target 200 Emas PORPROV 2026

Karena itu, menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai dari hal-hal sederhana agar masyarakat memiliki kemampuan mengontrol diri dan menghargai aturan.

“Makanya, saya datang ke UNM untuk minta tolong saya, kita merubah kurikulum pendidikan dasar kita. Masukkan pendidikan adab, etika, konten lokal ke dalam pendidikan kita, tambahkan pelajaran agama. Kenapa? Karena dimulai dari hal-hal yang kecil,” katanya.

Sejalan dengan berbagai terobosan pemerintah dalam bidang pendidikan, Munafri meminta para cendekiawan membantu pemerintah mengukur efektivitas berbagai program, termasuk pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa kebijakan tidak cukup hanya dirancang dan dijalankan, tetapi juga harus dapat diukur dampaknya dalam rentang waktu tertentu.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Buktikan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Berjasa Raih Penghargaan Nasional

“Dibutuhkan profesor-profesor, bapak-bapak, kolaborasi akademis yang akan menghasilkan sebuah pandangan, menghasilkan sebuah pendapat, menghasilkan sebuah teori sistematis,” jelasnya.

Ia pun mengajak CIDeS ICMI Orwil Sulsel bersama para guru besar dan cendekiawan untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan pemikiran yang solutif dan konstruktif, serta inovasi yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan.

“Kota ini tidak mungkin tumbuh sendirian. Kota ini harus tumbuh dengan dikawal,” ujarnya.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Kompak di KMI 2026, Buka Jalan Musisi Makassar ke Panggung Dunia

Munafri menegaskan bahwa pemerintah harus terbuka terhadap masukan dan kritik dari seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap kolaborasi dengan CIDeS ICMI dapat segera diwujudkan dalam kerja nyata melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Makassar.

“Pemerintah ini tidak boleh membangun barrier. Pemerintah ini harus terbuka, pemerintah harus responsif terhadap segala keluhan masyarakatnya,” pungkasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #pembangunan makassar #akademisi Makassar #cendekiawan Makassar #CIDeS ICMI Sulsel #Pemkot Makassar #pembangunan berbasis kajian #pendidikan karakter Makassar
Youtube Jejakfakta.com