Jejakfakta.com, JAKARTA — Film anak Indonesia Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua meraih penghargaan Global Peace and Friendship di Universal Kids Film Festival 2026. Penghargaan yang diumumkan pada 12 Oktober 2026 ini menjadi momentum bagi film garapan sutradara Anggi Frisca untuk memperluas percakapan tentang perdamaian, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan keberlanjutan lingkungan.
Diproduksi oleh PT Aksa Bumi Langit, film ini mengangkat hubungan antara masyarakat adat, hutan, dan masa depan anak-anak Papua. Setelah meraih penghargaan tersebut, film ini dijadwalkan mengikuti rangkaian pemutaran di Belgia dan Luksemburg pada 2–7 November 2026.

Melalui persahabatan Tegar dan Maira, film ini menggambarkan hutan Papua bukan semata-mata sebagai bentang alam yang kaya akan keanekaragaman hayati, melainkan juga sebagai ruang hidup yang berkaitan erat dengan penghidupan, pengetahuan lokal, identitas budaya, dan masa depan generasi muda.

Bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan, hubungan dengan alam tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan. Perspektif tersebut menjadi salah satu pesan utama yang dihadirkan melalui pengalaman para tokoh anak dalam film ini.
Sutradara Anggi Frisca mengatakan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang bergantung pada sekaligus merawat ruang hidupnya. Menurutnya, kerusakan hutan juga berisiko mengancam pengetahuan, kehidupan, dan masa depan anak-anak yang tumbuh bersama lingkungan tersebut.
“‘Hutan adalah Ibu’ menjadi napas penting dalam film ini. Ada hubungan merawat dan dirawat di sana. Ketika hutan rusak, yang terancam juga kehidupan, pengetahuan, dan masa depan anak-anak yang tumbuh bersamanya,” kata Anggi.
Melalui pendekatan cerita yang dekat dengan dunia anak, film ini mengajak penonton memahami bahwa menjaga alam juga berarti menghormati masyarakat yang hidup bersamanya, termasuk hak mereka untuk menentukan masa depan ruang hidupnya sendiri.
Mengangkat Pengetahuan Lokal dan Suara Anak Papua
Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua juga menyoroti kearifan lokal sebagai pengetahuan yang berkembang melalui pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Pengetahuan tersebut mencakup cara memanfaatkan sumber daya, memahami batas pemanfaatannya, serta menjaga keseimbangan agar kehidupan dapat terus berlangsung.
Melalui karakter Maira, film ini memperlihatkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Keluarga, lingkungan, dan pengalaman sehari-hari turut membentuk cara anak memahami alam serta hubungannya dengan kehidupan di sekitarnya.
Anggi menekankan bahwa kearifan lokal tidak dapat disamaratakan karena setiap komunitas memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda. Menghormati pengetahuan masyarakat adat, menurutnya, berarti bersedia mendengarkan para pemilik pengetahuan tersebut serta menghormati pilihan mereka dalam menghadapi perubahan.
Film ini juga berupaya menghadirkan Papua melalui pengalaman manusia yang hidup di dalamnya, bukan sekadar melalui keindahan lanskapnya. Maira digambarkan sebagai anak yang memiliki rumah, hubungan, pengetahuan, keinginan, dan keberaniannya sendiri.
“Ukurannya bagi saya adalah apakah setelah menonton, orang juga mengingat suara dan perjuangan Maira, selain mengingat pemandangannya,” ujar Anggi.
Ia menambahkan bahwa film merupakan salah satu pintu untuk mengenal Papua, bukan representasi dari seluruh keragaman masyarakat dan pengalaman di wilayah tersebut. Karena itu, mendengarkan masyarakat yang kisah dan ruang hidupnya dihadirkan menjadi bagian penting dari tanggung jawab pembuat film.
Film Anak sebagai Ruang Percakapan tentang Lingkungan
Menurut Anggi, film anak dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat adat melalui pengalaman emosional yang dekat dengan penonton muda, seperti persahabatan, kehilangan, rasa takut, dan keinginan melindungi sesuatu yang disayangi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengajukan pertanyaan yang lebih luas mengenai kehidupan masyarakat di suatu wilayah, perubahan yang terjadi pada ruang hidup mereka, serta pentingnya mendengarkan suara mereka dalam menentukan masa depan.
“Film tentu tidak dapat menjelaskan seluruh sejarah dan tekanan yang dihadapi masyarakat adat. Tetapi film bisa menumbuhkan empati dan pertanyaan: siapa yang tinggal di sana, apa yang terjadi pada mereka, dan apakah suara mereka didengar?” kata Anggi.
Ia berharap film ini dapat membuka ruang diskusi di sekolah, keluarga, dan komunitas. Dengan demikian, pengalaman menonton dapat berkembang menjadi kesempatan untuk belajar tentang lingkungan, penghormatan lintas budaya, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Dijadwalkan Tayang di Belgia dan Luksemburg pada November 2026
Setelah meraih penghargaan Global Peace and Friendship di Universal Kids Film Festival 2026, Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua dijadwalkan melanjutkan perjalanan internasionalnya melalui rangkaian pemutaran di Belgia dan Luksemburg pada 2–7 November 2026.
Film ini dijadwalkan menjalani European premiere dalam rangkaian Filem’On International Film Festival for Young Audiences pada 3 November 2026. Film tersebut juga disebut masuk dalam seleksi kategori CIFEJ Award untuk film panjang (feature film).
Selain itu, film Maira dijadwalkan diputar di Ghent dan Bozar, Brussel. Rangkaian pemutaran juga mencakup penayangan film Tegar di Cinema Flagey, Brussel, pada 2 November melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta pemutaran Maira di Utopia Cinema, Luksemburg, pada 7 November 2026.
Rangkaian pemutaran internasional ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan kisah anak-anak Papua dengan penonton muda di luar Indonesia sekaligus membuka percakapan mengenai persahabatan, hubungan manusia dengan alam, dan penghormatan terhadap keragaman budaya.
Bagi Anggi, apresiasi terhadap film ini diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi juga mendorong terbukanya lebih banyak ruang bagi anak-anak Papua untuk menyampaikan cerita, pengalaman, dan cita-cita mereka sendiri.
“Masa depan mereka perlu dibicarakan bersama mereka,” katanya.
Melalui kisah Tegar dan Maira, film ini mengajak penonton melihat bahwa hutan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan, pengetahuan, dan masa depan masyarakat yang tumbuh bersamanya.
Tentang Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua
Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua merupakan film anak garapan sutradara Anggi Frisca dan diproduksi oleh PT Aksa Bumi Langit. Film ini mengangkat persahabatan, kehidupan anak-anak, kearifan lokal, serta hubungan manusia dengan alam di Papua.
Film tersebut meraih penghargaan Global Peace and Friendship di Universal Kids Film Festival 2026, yang diumumkan pada 12 Oktober 2026. Melalui kisah anak-anak Papua, film ini mengangkat isu lingkungan, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan pentingnya mendengarkan suara generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



