Senin, 26 Oktober 2026 13:53

Musim Hujan Pangkep Mundur Sebulan, Petani Diimbau Atur Pola Tanam

Editor : Editor JF
Sosialisasi mitigasi dan adaptasi menghadapi cuaca ekstrem di tengah fenomena El Nino yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep bersama Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar di Gedung Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Senin (26/10/2026). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep
Sosialisasi mitigasi dan adaptasi menghadapi cuaca ekstrem di tengah fenomena El Nino yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep bersama Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar di Gedung Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Senin (26/10/2026). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengingatkan petani dan penyuluh pertanian agar menjadikan informasi prakiraan cuaca sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu tanam.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Awal musim hujan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) diprediksi mundur sekitar satu bulan, dari awal November menjadi awal Desember 2026. Perubahan ini membuat petani perlu menyesuaikan jadwal tanam sekaligus mengantisipasi curah hujan tinggi pada awal musim.

Berdasarkan prediksi Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, curah hujan di Pangkep pada Desember diperkirakan melebihi 300 milimeter, dengan puncak musim hujan terjadi pada Januari 2027. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi mitigasi dan adaptasi menghadapi cuaca ekstrem di tengah fenomena El Nino yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep bersama Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar di Gedung Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Senin (26/10/2026).

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengingatkan petani dan penyuluh pertanian agar menjadikan informasi prakiraan cuaca sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu tanam. Menurutnya, perencanaan yang tepat diperlukan untuk mengantisipasi kerusakan tanaman akibat hujan berkepanjangan maupun banjir yang dapat terjadi saat musim hujan tiba.

Baca Juga : Bagian Protokol Setda Pangkep Benahi Penjadwalan Kegiatan Pimpinan

“Tetap wanti-wanti, jangan sampai nanti banyak hujan kebanjiran lagi. Bisa dihitung-hitung enaknya kapan mulai menanam, jangan sampai baru tiga atau empat hari hujan, tanaman gagal lagi,” kata Yusran.

Ia juga meminta penyuluh pertanian menyampaikan informasi yang diperoleh dari sosialisasi tersebut kepada petani di wilayah binaan masing-masing. Dengan begitu, petani dapat memahami kondisi iklim dan menyesuaikan perencanaan tanam berdasarkan perkembangan cuaca.

Kepala UPT Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, menjelaskan bahwa pergeseran awal musim hujan tersebut dipengaruhi fenomena El Nino.

Baca Juga : Kominfo SP Pangkep Koordinasi dengan KPID Sulsel, Perkuat Pembinaan LPPL

“Biasanya musim hujan di Pangkep mulai awal November, tetapi bergeser ke Desember. Untuk Desember, curah hujan diprediksi di atas 300 milimeter,” jelasnya.

Ayi mengatakan, tingginya curah hujan pada awal musim tanam pertama (MT I) perlu diantisipasi dengan pengelolaan air yang baik. Kelebihan air berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman apabila tidak ditangani dengan tepat.

“Kalau melihat jumlah curah hujan yang kita prediksi, untuk MT I pada awal Desember curah hujannya justru berlebih untuk pertanaman. Jadi, air harus dikelola dengan baik agar tanaman tidak rusak karena kelebihan air,” ujarnya.

Baca Juga : Dorong Keterampilan dan Kemandirian Ekonomi, Pemkab Pangkep Latih 80 Peserta di 4 Kejuruan

Selain memperhatikan tata kelola air, petani direkomendasikan menerapkan pola tanam serempak untuk membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pemilihan varietas yang tahan terhadap kondisi air berlebih juga menjadi salah satu langkah antisipasi yang perlu diperhatikan.

BMKG memprediksi curah hujan mulai menurun pada Februari dan Maret 2027. Sementara April hingga Mei diperkirakan memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Untuk musim tanam kedua (MT II), kondisi diperkirakan lebih mendukung pertanaman. Ketersediaan air pada awal masa tanam diprediksi mencukupi, sedangkan panen berpotensi berlangsung menjelang musim kemarau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Muhiddin, mengatakan perubahan kondisi iklim turut memengaruhi perencanaan jadwal tanam di daerah tersebut. Proses penanaman diperkirakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026 dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca.

Baca Juga : Festival Literasi Pangkep 2026 Dorong Anak Lebih Dekat dengan Literasi

Dinas Pertanian juga menyiapkan langkah mitigasi bagi wilayah yang berpotensi terdampak banjir. Petani di daerah rawan genangan akan diimbau menyesuaikan pola tanam guna meminimalkan risiko kerusakan tanaman.

Muhiddin mengungkapkan, sejumlah wilayah di Pangkep memiliki karakteristik bentang alam yang membuat genangan air sulit dihindari. Karena itu, langkah antisipasi perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan potensi risiko di masing-masing wilayah.

“Karena El Nino ini ada perubahan pola tanam, yang tadinya persiapan lahan di Oktober menjadi November. Mungkin proses pertanaman di bulan Desember. Kita akan melihat wilayah yang potensi dampak banjir akan kita mitigasi supaya meminimalkan risiko dampak banjir,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hujan #BMKG #Pertanian #Petani #Pangkep #Musim
Youtube Jejakfakta.com