Jejakfakta.com, MAROS – Partai Golkar Kabupaten Maros mulai menyiapkan wajah baru dalam peta politik lokal. Di bawah kepemimpinan Andi Patarai Amir, partai berlambang pohon beringin ini menargetkan 70 persen komposisi kepengurusan diisi kalangan milenial dan Generasi Z (Gen-Z).
Target regenerasi besar-besaran tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Maros yang digelar di Grand Waterboom, Senin (2/11/2026).

Dalam Musda tersebut, Andi Patarai Amir resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maros. Mantan Ketua DPRD Maros itu melenggang tanpa pesaing setelah maju sebagai calon tunggal.
Baca Juga : Kantongi 19 dari 24 Suara, Lukman B. Kady Bidik Aklamasi Pimpin Golkar Gowa

Menariknya, Musda XI Golkar Maros juga mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Sulawesi Selatan yang menuntaskan agenda Musda dari total 24 kabupaten/kota.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah petinggi Golkar Sulsel, di antaranya Ketua DPD I Ilham Arif Sirajuddin, Sekretaris Rahman Pina, dan Bendahara Amirullah Nur. Hadir pula Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Bupati Muetazim Mansyur.
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin, mengapresiasi pelaksanaan Musda Maros yang berlangsung lancar. Ia bahkan berharap pelaksanaan tersebut menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Diberi Amanah Menangkan Golkar di Sulsel, Hasrullah Yakin IAS Mampu, Ini Syaratnya
IAS, sapaan Ilham Arif Sirajuddin, juga mengingatkan pentingnya perpaduan antara energi kader muda dan pengalaman kader senior dalam membangun kekuatan partai menghadapi Pemilu 2029.
"Kepengurusan Golkar Maros harus mampu menggabungkan potensi kader muda dan senior. Target kita tidak usah muluk-muluk, yang penting maksimal tambah kursi dulu di legislatif," tegas IAS.
Gen-Z Jadi Motor Regenerasi Golkar Maros
Baca Juga : Sarmuji Minta Golkar Sulsel Rangkul Semua Kelompok Masyarakat, Ungkap Elektabilitas Partai 10–13 Persen
Menanggapi arahan tersebut, Andi Patarai Amir menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi pekerjaan prioritas setelah dirinya terpilih. Ia menargetkan penataan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa rampung pada April-Mei mendatang.
Namun, perhatian utama justru tertuju pada rencana perubahan komposisi kepengurusan. Patarai memasang target 70 persen pengurus berasal dari kalangan milenial dan Gen-Z, sedangkan 30 persen lainnya akan diisi kader senior.
Komposisi tersebut diharapkan menghadirkan energi baru dalam tubuh Golkar Maros sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik dan pengambilan keputusan partai.
Baca Juga : Golkar Optimalkan Kekuatan Sulsel untuk Pemilu 2029, Adaptif Hadapi Pemilih Gen Z dan Alfa
"Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, baik pengusaha, petani, hingga generasi muda Gen-Z yang ingin berpolitik dan berjuang bersama Partai Golkar," tutur Patarai.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Golkar Maros ingin memperluas basis kaderisasi, tidak hanya bertumpu pada kader lama, tetapi juga memberi ruang bagi kelompok muda dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan konsolidasi organisasi yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun depan, kepengurusan baru Golkar Maros kini dihadapkan pada dua pekerjaan besar: memperkuat struktur hingga akar rumput dan membangun kekuatan politik baru untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



