Jejakfakta.com, BULUKUMBA – Teknologi modern asal Jepang untuk penanganan drainase diperkenalkan di Kabupaten Bulukumba melalui demonstrasi dua unit kendaraan khusus, yakni High-Powered Suction Vehicle (kendaraan penyedot berdaya tinggi) dan High-Pressure Jetting Vehicle (kendaraan penyemprot bertekanan tinggi), pada 2–3 November 2026.
Demonstrasi yang didukung oleh Yamaguchi Wrecker Co., Ltd. tersebut berlangsung di sejumlah titik di Kota Bulukumba. Kegiatan ini merupakan demonstrasi kedua di Sulawesi Selatan setelah sebelumnya digelar di Kota Makassar.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng dan Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris turut menyaksikan secara langsung kemampuan kedua kendaraan tersebut dalam membersihkan saluran drainase.
Baca Juga : PDAM Makassar Sambut Penguatan Kerja Sama dengan Kawasaki City dan Suido Technical Service

Konsultan Kanematsu Engineering Co., Ltd., Takashi Harada, menjelaskan bahwa pihaknya mendatangkan dua unit kendaraan dengan kapasitas masing-masing 2,5 meter kubik. Kedua kendaraan tersebut memiliki fungsi berbeda.
"Satu unit berfungsi menyedot lumpur, sampah, dan material endapan, sedangkan unit lainnya menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk membersihkan kotoran dan mengatasi penyumbatan di dalam saluran drainase," katanya.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pemerintah daerah melakukan pemeliharaan drainase secara lebih efektif dan efisien tanpa harus mengerahkan banyak tenaga manusia.
Baca Juga : Bupati Bulukumba Minta HGU Lonsum Tak Diperpanjang, 55 Persen Lahan Disebut Tak Produktif
"Pemerintah daerah juga dapat memesan kendaraan dengan kapasitas lebih besar sesuai kebutuhan. Kendaraan yang didemonstrasikan di Bulukumba saat ini masih tergolong berkapasitas kecil, sementara unit terbesar yang tersedia memiliki kapasitas hingga 10 meter kubik," ungkapnya.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi demonstrasi teknologi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah daerah, khususnya perangkat daerah terkait, untuk melihat sekaligus mempelajari pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
"Saya berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam meningkatkan efektivitas penanganan dan pemeliharaan infrastruktur drainase di Kabupaten Bulukumba," ujarnya.
Baca Juga : Makassar Gandeng Yokohama, Gas Pol Transformasi Menuju Kota Nol Karbon Lewat Transportasi dan Energi Bersih
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris mengatakan bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah adalah memastikan lingkungan tetap terjaga dengan baik, termasuk menjamin saluran air berfungsi secara optimal.
"Kehadiran teknologi penyedot dan pembersih drainase tersebut sangat mendukung upaya mewujudkan Kota Bulukumba yang lebih bersih. Selain itu, teknologi ini diharapkan dapat mencegah penyumbatan saluran air yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama saat musim hujan," jelasnya.
Teknologi ini diperkenalkan melalui kerja sama City-to-City antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, dalam proyek Kota Nol Karbon yang berfokus pada sektor transportasi dan energi. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Baca Juga : Luncurkan SPPG Caile 02, Bupati Andi Utta Ajak Semua Elemen Saling Mendukung
Melalui demonstrasi ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung alternatif teknologi penanganan drainase yang lebih modern, efektif, dan efisien.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat pengelolaan infrastruktur perkotaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengantisipasi risiko genangan dan banjir akibat penyumbatan saluran drainase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



