Jejakfakta.com, Bogor - Walaupun menang, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares masih kesal dengan kinerja sang pengadil lapangan, Dwi Purba Adi Wicaksana.
Menurutnya, wasit itu sering melakukan kesalahan saat mengambil keputusan. Untuk di babak pertama saja, sang pengadil lapangan tersebut tidak memberikan hadiah penalti, padahal pemainnya dilanggar dengan jelas.

"Kalau kalian lihat di babak pertama tadi, beberapa keputusan yang diambil oleh wasit, penalti yang tidak ia berikan dan saya tidak mengerti ini. Di beberapa pertandingan kita terakhir selalu saja ada kesalahan wasit. Kesalahan besar menurut saya," kata pelatih asal Portugal itu, Selasa (14/2/2023) usai pertandingan.
Baca Juga : Munafri dan Coach Darije Satukan Semangat Kebangkitan PSM Makassar: "Ewako PSM!"
Selain itu, wasit Dwi Purba juga sering membuat Persib merasa dirugikan. Pria asal Kudus itu kerap disoraki oleh penonton ataupun suporter Persib Bandung karena keputusannya yang "kacau".
"Kita cuma mau main sepak bola. Kita tidak mau dibantu oleh wasit. Kita hanya mau wasit memimpin secara adil tanpa kesalahan. Saya tahu itu akan susah," kesal Tavares.
Ia pun kembali menyamakan jabatan wasit dan pelatih. Sebagai pelatih, kata Tavares, kalau membuat kesalahan atau tidak mendapatkan hasil atau performa buruk, tentunya aka ada konsekuensi.
Baca Juga : PSM Makassar Tunjuk Kembali Darije Kalezic sebagai Pelatih Kepala Musim 2026/2027
Maka dari itu, PSSI sekaligus induk sepak bola Indonesia harusnya bisa mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kinerja wasit yang memimpin di BRI Liga 1.
"Saya harap akan ada evaluasi terhadap wasit-wasit untuk memperbaiki kinerjanya, kualitas mereka. Saya harapkan kualitas wasit Indonesia ditingkatkan. Karena di Indonesia mempunyai atmosfir yang besar untuk industri sepak bola," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




