Banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berangsur surut. Sebagain warga yang mengungsi sudah mulai pulang ke rumahnya masing-masing.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun mengakui jika banjir yang terjadi di Kota Makassar karena sistem drainase yang tidak bagus dalam mengalirkan air.

Menurutnya, perlu penanganan jangka panjang, yaitu merevitalisasi sistem drainase. Bahkan jika perlu, kata Danny Pomanto, kanal akan ditambah dan volume drainase di Makassar ditingkatkan.
Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis
"Memang harus ada revisi sistem drainase. Barangkali perlu penambahan kanal dan volume drainase yang sudah bisa menampung attack atau serangan bencana hidrometeorologi yang tiba-tiba," kata wali kota yang akrab disapa Danny Pomanto itu.
Terpisah, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, kembali mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Makassar, kemungkinan akan terjadi kembali cuaca ekstrem, yang bisa memicu banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
"Masih ada potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Namun skalanya lebih kecil dibandingkan saat hujan lebat memicu banjir pada Senin, 13 Februari 2023. Tapi tetap harus ada langkah antisipasi," ungkap Hanafi Hamzah, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG wilayah IV Makassar
Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur
Dan sepertu prakiraan cuaca BMKG, sebagian wilayah Sulsel dan Kota Makassar masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Cuaca ekstrem diikuti potensi gelombang tinggi di laut. Di sebagian wilayah perairan barat Sulsel diperkirakan terjadi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Sedangkan rough sea atau gelombang tinggi itu dari 2,5 meter sampai 4 meter itu terjadi di selat Makassar bagian selatan," lanjut Hanafi.
Tim prakirawan BMKG juga mencatat hasil pemantauan dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel.
Terpantau adanya tekanan rendah (low pressure area) di wilayah Australia bagian utara yang menginduksi peningkatan kecepatan angin dan membentuk daerah konvergensi. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




