Kamis, 16 Februari 2023 22:38

BMKG Sebut Masih Ada Potensi Cuaca Ekstrem

Wali Kota Akui Banjir Makassar Akibat Drainase tidak Bagus

Editor : Herlina
Ilustrasi kondisi banjir di Kota Makassar, Sulsel. (Dok. Jejakfakta.com/Ist)
Ilustrasi kondisi banjir di Kota Makassar, Sulsel. (Dok. Jejakfakta.com/Ist)

Perlu penanganan jangka panjang, yaitu merevitalisasi sistem drainase.

Banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berangsur surut. Sebagain warga yang mengungsi sudah mulai pulang ke rumahnya masing-masing.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun mengakui jika banjir yang terjadi di Kota Makassar karena sistem drainase yang tidak bagus dalam mengalirkan air.

Menurutnya, perlu penanganan jangka panjang, yaitu merevitalisasi sistem drainase. Bahkan jika perlu, kata Danny Pomanto, kanal akan ditambah dan volume drainase di Makassar ditingkatkan.

Baca Juga : FPM-WTL Demo PT Vale Makassar, Soroti Blok Tanamalia dan Hak Masyarakat Adat

"Memang harus ada revisi sistem drainase. Barangkali perlu penambahan kanal dan volume drainase yang sudah bisa menampung attack atau serangan bencana hidrometeorologi yang tiba-tiba," kata wali kota yang akrab disapa Danny Pomanto itu.

Terpisah, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, kembali mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Makassar, kemungkinan akan terjadi kembali cuaca ekstrem, yang bisa memicu banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

"Masih ada potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Namun skalanya lebih kecil dibandingkan saat hujan lebat memicu banjir pada Senin, 13 Februari 2023. Tapi tetap harus ada langkah antisipasi," ungkap Hanafi Hamzah, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG wilayah IV Makassar 

Baca Juga : 90 Anak Gowa Berangkat ke Sekolah Rakyat, Peluang Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Dan sepertu prakiraan cuaca BMKG, sebagian wilayah Sulsel dan Kota Makassar masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Cuaca ekstrem diikuti potensi gelombang tinggi di laut. Di sebagian wilayah perairan barat Sulsel diperkirakan terjadi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Sedangkan rough sea atau gelombang tinggi itu dari 2,5 meter sampai 4 meter itu terjadi di selat Makassar bagian selatan," lanjut Hanafi.

Tim prakirawan BMKG juga mencatat hasil pemantauan dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Olymrun 2026, Targetkan 5.000 Pelari di Anjungan Pantai Losari

Terpantau adanya tekanan rendah (low pressure area) di wilayah Australia bagian utara yang menginduksi peningkatan kecepatan angin dan membentuk daerah konvergensi. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Banjir #Makassar #Drainase #Surut #BMKG #Cuaca ekstrem
Youtube Jejakfakta.com