Jejakfakta.com, Makassar - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel menggelar refreshing muballigh dengan tajuk Merawat Dakwah Muhammadiyah di Era Digital dilaksanakan di Pesmadina Univeritas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (25/2/2023).
Kegiatan ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H dan menyemarakkan Musyawarah Wilayah Muhammadyah dan ‘Aisyiyah ke – 40 di Kabupaten Enrekang.

Turut hadir menjadi narasumber Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse dengan tema Kompetensi Muballigh Muhammadiyah.
Baca Juga : Tabligh Akbar Bajeng Jadi Ajang Silaturahmi, Wabup Gowa Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Umat
Menurutnya, sebagai Muballigh Muhammadiyah harus mempunyai kompetensi yang mapan baik dari sisi wawasan keilmuan dan menajemen.
Ia menyampaikan ada dua belas prinsip yang harus dihapami sebagai muballigh dan harus dipelihara yakni kebenaran agama Islam, Pedoman dan Sumber ajaran al-Qur’an dan Hadis Nabi (Sunnah Rasulullah), Inti dari agama Islam adalah Tauhidullah, Persamaan hak dan kemanusiaan, Persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
Juga ada Keadilan dan perdamaian, Membangun ketaqwaan, Istiqamah pada Islam dalam kehidupan, Bersinerji mewujudkan kebaikan, Berittiba’ kepada Rasulullah SAW, Sabar melakukan pertahanan bangsa dan Bersyukur menerima nikmat dan rahmat Allah SWT.
Baca Juga : Bupati Sitti Husniah Talenrang Ajak Warga Gowa Jaga Persatuan di Momentum Halalbihalal DMI
“Muhammadiyah menyadari bahwa negara kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah pancasila dan berkontruksi pada UUD 1945 yang dilambangkan dengan Bhineka Tunggal Ika adalah negara yang dimerdekakan dengan pengorbanan para pahlawan syuhada bangsa dan kebanyakan ummat muslim, kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945 atas berkat rahmat allah yang maha kuasa maka Indonesia dinyatakan merdeka,” tuturnya Ambo Asse dikutip dari Berita Unismuh.
Tak hanya itu, Prof Ambo Asse menyampaikan bahwa ada tujuh Prinsip dakwah diantaranya adalah Mngajak, menyeru, dan menyampaikan kebenaran dengan cara yang menyejukkan (bil hikmah), yang kedua adalah Mengajarkan agama Allah (Islam) dengan baik dan benar, (mauidzatil hasanah), yang ketiga Berdiskusi, berdialog, dan berdebat yang santun dan beradab (jadilhum bil ahsan).
Ia pula berharap sebagai Muballigh harus memiliki jiwa istiqamah dan meminta kepada Allah petunjuk dan pertolongan.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
“Tidak perlu bersedih hati dan bersempit dada terhadap mereka, Allah SWT akan memberi pertolongan kepadamu, Allah SWT bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan berbuat baik,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




