Ahad, 13 November 2022 09:00

VIDEO: Ketika Masyarakat Takalar Serentak Beraksi, Tolak Tahapan Pilkades Serentak

Editor : Ilham Mangenre
Penulis : Samsir

Secara serentak masyarakat di sejumlah desa di Takalar turun aksi menentang kebijakan Pemkab terkait aturan dan tahapan pilkades. Mereka menolak.

Takalar, jejakfakta.com - Protes warga mewarnai tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Takalar, Sulsel. Secara serentak masyarakat di sejumlah desa di Takalar turun aksi menolak tahapan pilkades.

Di Desa Biringkassi, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, Sabtu (12/11/22), massa pendukung calon kepala desa menutup akses jalan utama yang menghubungkan Takalar dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Mereka membakar ban dan balok kayu di tengah jalan poros itu. Praktis, lalu lintas lumpuh. Aksi massa mulai sejak pagi hingga petang, Sabtu.

Baca Juga : Banjir Ngeri di Borong Untia Pangkep, Rumah Panggung Pun Terendam

Waktu yang sama, puluhan warga menyegel kantor Desa Kanaeng, Kecamatan Galesong Selatan, Takalar.

Aksi segel kantor desa juga berlangsung di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Takalar, Sabtu (12/11/22). Puluhan warga terlibat penyegelan ini.

Aksi penolakan massa juga pecah di daerah Pakkabba, Desa Kaballokang, Galesong Utara, Takalar.

Baca Juga : VIDEO DPRD Sulsel Dengar Alasan Massa Demo 4 Hari Tolak Tahapan Pilkades Takalar

Informasi yang dihimpun, bancuhnya tahapan pilkades serentak di Takalar bersumber dari ditolaknya hasil rekapitulasi nilai seleksi tambahan bakal calon kepala desa.

Masyarakat menganggap penilaian itu tidak transparan dan tidak objektif.

Tim rekapitulasi nilai seleksi ini terdiri dari tim IPDN, dan pantia pemilihan kepala desa (P2KD) yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Takalar.

Baca Juga : Daftar Tuntutan Massa yang Tolak Tahapan Pilkades Takalar

P2KD Takalar menggelar tes tertulis dan seleksi administrasi calon kades pada Senin 7 November 2022.

Nadir mencontohkan masalah penilaian administrasi: skor administrasi calon kades yang hanya lulusan SMP/sederajat mengalahkan calon kades lulusan magister.

“Tidak masuk akal, ijazah SMP lebih tinggi skoringnya dibanding ijazah S2 (magister)," kata Nadir.

Baca Juga : Giliran Seorang Emak-emak Tantang Puluhan Polisi, Aksi Tolak P2KD Takalar

Terpisah, Hengky Yasin, anggota DPRD Sulsel, angkat bicara. Dia menyebut polemik pilkades di Takalar muncul karena beberapa calon kades bukanlah warga desa setempat.

Hengky, legislator PKB daerah pemilihan Gowa-Takalar, mengungkapkan bahwa ada calon kades yang merupakan warga desa lain.

"Hal itu terjadi lantaran Peraturan Bupati Takalar terkait pilkades, salah satunya menyebutkan bahwa warga luar desa yang berpilkades boleh menjadi calon kades di desa yang akan berpilkades," kata Hengky.

Baca Juga : Menggelora Aksi Massa Tolak P2KD Takalar, Saling Lempar dan Tutup Jalan

Anggota fraksi PKB itu berharap kisruh tahapan pilkades di Takalar dapat diselesaikan, "Secara demokratis dan objektif. Harap pemkab Takalar dapat menjadi sumber solusi yang adil, demokratis dan objektif atas kekacauan pilkades."

Hingga berita ini diturunkan, jejakfakta.com belum mendapatkan konfirmasi Pemkab Takalar terkait penolakan massa atas aturan tahapan pilkades serentak di Takalar.(Samsir/jejakfakta.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Desa Biringkassi #Desa Banggae #Desa Kanaeng #Pilkades #P2KD Takalar
Youtube Jejakfakta.com