Jejakfakta.com, Makassar - Salah satu penilaian kota Metropolitan yakni nyaman saat berkendara di jalan raya. Kota Makassar salah kota yang dijuluki Kota Dunia mendapat sorotan. Jalanan semrawut dan kemacetan di mana-mana.
Tim Jejakfakta.com menelusuri beberapa titik kemacetan, mulai penelusuran di Jalan AP. Pettarani - Jalan Sultan Alauddin, waktu menunjukkan pukul 15.00 Wita, suasana arus lalulintas macet. Banyak kendaraan mulai dari angkutan umum (pete-pete), mobil pribadi hingga truk pengangkut pasir.

Banyak yang mengeluh. Tak sabar. "Pip pip piiiiiiip," bunyi klakson pengendara saling bersahutan.
Baca Juga : Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner hingga Peluang Investasi
"Macet terus disini," keluh pengendara lain.
Jalan AP. Pettarani tepatnya di depan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model, saat jam pulang sekolah menjadi langganan macet. Terlihat banyak kendaraan penjemput siswa memilih memarkir kendaraan di badan jalan yang mengakibatkan kemacetan panjang.
Nur Aini, karyawan swasta mengaku setiap melintas di AP. Pettarani harus banyak bersabar. Karena di beberapa titik sering macet. Menurut Aini, kemacetan disebabkan karena ulah pengendara yang tidak tertib dan sejumlah sekolah, hotel dan perkantoran tidak menyedikan lahan parkir yang memadai.
"Disini (depan MTs Model) macet memang mi, di depan Claro ada pesta, wisuda atau kegiatan banyak juga parkir di badan jalan, pasti bikin macet. Bikin susah pengguna jalan. Lain lagi di depan SD Ikip juga kalau jam pulang sekolah juga macet," keluhnya.
Aini berharap itu ditertibkan. "Mana itu Polisi, Satpol PP dan Dishub, tertibkan itu depan Claro," harapnya.
"Katanya Kota Dunia. Apa ji," katanya.
Baca Juga : Parkir Semrawut di Sekitar TSM Jadi Sorotan, Appi Siapkan Gedung Parkir Modern dan Sistem Digital
Daeng Sangkala, warga kota Makassar mengeluhkan kemacetan di depan hotel Claro, banyak mobil penjemput tinggal parkir di badan jalan yang mengakibatkan macet panjang.
"Itu parkir kendaraan di jalan raya, bagaimana caranya tidak macet. Katanya acara wisuda. Kemarin juga, biar hari minggu macet juga karena parkir di badan jalan," keluhnya.
Tim Jejakfakta.com kemudian menelusuri jalan menuju Jalan Boulevard. Tepat di depan Mall Panakkukang, banyak parkir di badan jalan. Selain itu di seberangnya, sejumlah warung makan tidak menyediakan lahan parkir yang memadai, seperti di Rumah Makan Apong. Mau tak mau pengunjung menggunakan badan jalan untuk parkir.
Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis
Tak hanya itu, tim kami menelusuri Jl. Pengayoman. Tepatnya di depan Toko Bintang dan Toko Alaska juga tidak menyediakan parkir yang memadai. Sejumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat memilih parkir di badan jalan. Dan tempat ini juga menjadi langganan kemacetan.
Pertumbuhan kendaraan sangat pesat di Makassar. Jumlahnya mencapai 1,7 juta unit per 2021. Sementara penduduk Makassar tercatat 1,5 juta jiwa. Artinya, ada selisih sekitar 200 ribu antara populasi penduduk dan kendaraan di Kota Agingmamiri.
Laju pertumbuhan kendaraan yang tak terkontrol mengakibatkan masalah sosial baru. Termasuk masalah kemacetan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




