Jumat, 07 April 2023 09:19

Mahasiswa Makassar Bergerak Tolak UU Cipta Kerja dan Gas Air Mata Polisi

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Makassar menggalar aksi di depan Gedung DPRD Sulsel, Kamis (6/4/2023). @Jejakfakta/dok. CCTV Kominfo Makassar
Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Makassar menggalar aksi di depan Gedung DPRD Sulsel, Kamis (6/4/2023). @Jejakfakta/dok. CCTV Kominfo Makassar

Demo UU Ciptaker mahasiswa Univeritas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Univeritas Negeri Makassar (UNM) dibubarkan paksa polisi dengan menggunakan gas air mata.

Jejakfakta.com, Makassar - Sejumlah massa mahasiswa berlarian. Sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba datang mengejar massa demo.

Suara letusan senjata dari aparat kepolisian pun terdengar beberapa kali. Polisi menembakkan gas air mata ke arah massa mahasiswa.

Massa mahasiswa yang tadinya berkumpul di depan Kampus Univeritas Negeri Makassar (UNM) Jalan AP Pettarani berhamburan masuk ke Jalan Pendidikan tepatnya di samping kampus. Sejumlah aparat kepolisian kemudian mengejar mahasiswa.

Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis

Kejadian ini terjadi pada Kamis malam (6/4/2023). Saat mahasiswa menggelar aksi diperhadapkan dengan warga dan gas air mata polisi.

Demo mahasiswa yang menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilakukan di sejumlah titik, termasuk di depan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Massa mahasiswa memaksa untuk terus menutup jalan protokol Jalan AP Pettarani yang membuat polisi menembakkan gas air mata.

Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Mahasiswa berdalih aksi blokade jalan dilakukan untuk mengetuk suara Pemerintah Pusat baik Presiden Jokowi maupun Wakil Rakyat di DPR RI, untuk mendengarkan suara, jeritan hati rakyat.

Ratusan mahasiswa Univeritas Islam Negeri (UIN) Alauddin menggelar aksi di Jl Sultan Alauddin Makassar menolak UU Cipta Kerja. @Jejakfakta/Samsir

Demo UU Ciptaker juga dilakukan Mahasiswa Univeritas Islam Negeri (UIN) Alauddin di Jalan Sultan Alauddin Makassar tepatnya di depan Kampus I UIN Alauddin Makassar. Demo itu menyebabkan kemacetan hingga 2,6 kilometer.

Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional

Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Jumardi mengatakan aksi ini dilakukan sejak pukul 17.00 Wita sore tadi. Aksi ini sebagai bentuk penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja no. 2 tahun 2022.

"Kurang lebih 100 jumlah massa. Dari jam 5 tadi sampai berbuka puasa lebih 100. Isu yang diangkat dari Aliansi UINAM Menggugat ini bentuk penolakan terhadap Undang-Undang Ciptakerja yang disahkan oleh DPR RI pada tanggal 21 Maret 2023 lalu," ujarnya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menutut penolakan RUU Sisdiknas sebagai liberalisasi baru sektor pendidikan Indonesia dan meminta pencabuta PERMENAKER No 5 tahun 2023 tentang pemotongan upah buruh 25% yang beriorentasi ekspor.

Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa

"Lawan kapitalisasi pendidikan, dan lawan perampasan ruang hidup," katanya.

Malam hari, sekitar pukul 19.45 Wita Polisi memukul mundur mahasiswa demo menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di depan kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, dengan tembakan gas air mata.

Namun tembakan gas air mata dibalas dengan lemparan batu dari dalam kampus.

Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

Massa mahasiswa awalnya berkumpul di depan kampus. Mobil polisi tiba-tiba datang dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan AP Pettarani ke arah massa aksi yang sedang berkumpul di depan kampus I UIN Alauddin Makassar. Massa seketika lari berhamburan ke dalam kampus.

Pakaian Hitam Simbol Perlawanan

Aliansi Mahasiswa Makassar juga menggalar aksi di depan Gedung DPRD Sulsel, Kamis (6/4/2023). Mereka serentak memakai pakaian hitam simbol perlawanan matinya demokrasi. @Jejakfakta/dok. Catatan Kaki Unhas

Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Makassar juga menggalar aksi di depan Gedung DPRD Sulsel di hari yang sama, Kamis (6/4/2023) kemarin.

Dalam aksinya, massa aksi dengan memakai pakaian hitam-hitam sebagai simbol matinya demokrasi dan nurani penguasa di Indonesia.

Dalam aksinya, mereka dengan tegas menolak pengesahan Perppu Cipta Kerja yang disahkan DPR beberapa waktu lalu.

Pantauan Jejakfakta.com, Kamis (6/4/2023) sekitar pukul 16.45 Wita, sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan dan arus lalu lintas dialihkan ke arah Jl. Urip Sumiharjo lorong 6.

"Kami tidak percaya DPR RI, tolak Perppu cipta kerja," tulis dalam spanduk yang dibentangkan massa aksi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Gas air mata #Polisi #Mahasiswa #Makassar #Tolak UU Cipta Kerja #Cipta Kerja
Youtube Jejakfakta.com