Rabu, 12 April 2023 12:56

Polisi Aniaya dan Todong Pistol Jurnalis di Bulukumba, IJTI Sulsel Desak Polda Sulsel Tindak Pelaku

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Erwin Ijarta
Jurnalis iNews TV, Dirman Saso menjadi korban intimidasi dan kekerasan aparat kepolisian di Bulukumba. @Jejakfakta/dok Ist.
Jurnalis iNews TV, Dirman Saso menjadi korban intimidasi dan kekerasan aparat kepolisian di Bulukumba. @Jejakfakta/dok Ist.

"IJTI Sulsel dengan tegas meminta pihak kepolisian agar segera mengambil tindakan hukum. Khususnya, terhadap anggota kepolisian yang diduga menjadi pelaku kekerasan dalam kejadian tersebut," ujar Dzaki Akbar, Kabid Advokasi IJTI Pengda Sulsel.

Jejakfakta.com, Makassar - Kekerasan jurnalis oleh aparat kepolisian kembali terjadi. Kali ini, kekerasan dilakukan oleh salah satu anggota Polres Bulukumba terhadap jurnalis iNews TV, Dirman Saso.

Kekerasan ini terjadi pada Senin (10/04/2023), sekira pukul 17.30 Wita. Tepatnya saat terjadi kericuhan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa menolak Undang-undang Cipta Kerja.

"Saya awalnya kebetulan lewat. Karena ada kejadian, saya spontan ambil gambar karena lagi baku kejar antara polisi dengan mahasiswa. Ada juga mahasiswa yang dipukuli dan diinjak-injak," beber Dirman.

Baca Juga : PN Makassar Kabulkan Praperadilan Jurnalis Antara, Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan 2019 dalam 60 Hari

Hanya saja, korban mengaku langsung dilempari batu oleh salah seorang yang diduga anggota polisi. Selanjutnya, mendatangi korban dan melakukan intimidasi.

"Baru beberapa menit ambil gambar saya dilempari batu, tapi tidak kena. Setelah itu dia berlari datang ke saya memukul, jadi sempat saya tangkis, setelah itu dia memaksa hapus gambar," tutur Dirman

Sempat terjadi aksi saling merebut handphone antara korban dan terduga pelaku. Beberapa pukulan juga diterima korban dalam situasi tersebut.

Baca Juga : Ahli Pers Dewan Pers: Praperadilan Kekerasan Jurnalis Dapat Dikabulkan

"Saat itulah dia pukul pundak saya beberapa kali untuk menyuruh hapus video, merasa sakit, saya berkata ini kekerasan pak, lalu dia bilang jangan banyak bicara, sembari dia angkat pistol yang sudah ada ditangan mengarah ke saya, begitu sekilas ceritanya," tutup Dirman

Terkait peristiwa ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sulsel sangat mengecam kejadian tersebut. Apa yang dilakukan pelaku yang diduga aparat itu, merupakan bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis.

"Jelas kami sangat mengecam perbuatan terduga pelaku, apalagi kalau benar dia adalah seorang anggota kepolisian. Ini sudah bentuk pelanggaran pidana. Disini ada dugaan kekerasan dan bentuk intimidasi. Jangan lupa, kalau jurnalis yang sedang bertugas itu dilindungi oleh Undang-undang," tegas Dzaki Akbar, Kabid Advokasi IJTI Pengda Sulsel.

Baca Juga : Terima Setoran Bandar Narkoba, Kasat dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Kepolisian

Atas kejadian ini, lanjut Dzaki, IJTI dengan tegas meminta pihak kepolisian agar segera mengambil tindakan hukum. Khususnya, terhadap anggota kepolisian yang diduga menjadi pelaku kekerasan dalam kejadian tersebut.

"Kami minta, agar pihak kepolisian, khususnya kepada Polda Sulsel untuk mengambil tindakan. Apalagi kejadian ini sudah sangat sering terjadi dan menimpa rekan-rekan se-profesi kami saat bertugas," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Biro iNews TV, Andi Muhammad Yusuf Aries. Dia menegaskan agar dugaan penganiayaan itu diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Baca Juga : Bertrand Eka Prasetyo Diduga Tewas Ditembak Polisi, Polda Wajib Beri Sanksi Etik dan Pidana

"Sebab jika terbukti benar, peristiwa dugaan tindak kekerasan ini bukan hanya melukai korban secara personal. Tapi juga mencedrai profesi kami selaku jurnalis. Kami berharap kepolisian menegakkan hukum yang berlaku," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#kekerasan jurnalis #aparat kepolisian #polres bulukumba #jurnalis inews tv #disman saso #Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia #Pengda Sulsel #pelaku kekerasan #Polda Sulsel
Youtube Jejakfakta.com