Jejakfakta.com, Makassar - Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso menyatakan, sejauh ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
Namun, Setyo menegaskan pihak kepolisian segera menyelidiki dengan melibatkan Tim Labfor Polda Sulsel.

"Kepolisian, PMK, TNI, dan Brimob semua bersama-sama memadamkan api dalam musibah kebakaran di Trans Studio Mall (TSM) Makassar. Kemudian, dilakukan penyisiran dan ditemukan beberapa korban yang dievakuasi dan sementara waktu belum ada korban yang meninggal dunia, hanya mengalami sesak napas dan mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Setyo, Senin (24/04/2023).
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
Untuk kepentingan penyelidikan kebakaran tersebut, Trans Studio Mall Makassar ditutup sementara. Hal ini untuk dilakukan olah TKP oleh Tim Laboratorium Forensik Polda Sulsel.
"Ini untuk mengetahui apakah kebakaran akibat kosleting ataukah ada penyebab lain. Itu nantinya akan menjadi bahan oleh pihak kepolisian. Untuk sementara masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi. Untuk sementara tempat ini ditutup. Nanti dibuka kembali ketika sudah selesai dan dinyatakan aman,” ujarnya.
32 Korban Sesak Nafas Dirawat di Rumah Sakit
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Sebanyak 32 orang jadi korban atas peristiwa kebakaran di Trans Studio Mall (TSM) di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (24/4/2023) malam.
Data tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar. Dari 32 orang tersebut beberapa diantaranya anak-anak juga orang dewasa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinskes) Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin saat diwawancara mengatakan, para korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Wabup Gowa Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar
"Ada beberapa orang yang dievakuasi ke RS Siloam. Beberapa juga dilarikan ke Puskesmas Mamajang dan Puskesmas Mangasa. Sementara korban lainnya tersebar di rumah sakit terdekat," kata Nursaidah.
Selain itu, Nursaidah juga menyampaikan pihaknya siagakan 47 Puskesmas di Kota Makassar untuk mengevakuasi para korban dari peristiwa kebakaran ini.
"Kami juga sudah koordinasi dengan kepala dinas provinsi atas arahan bapak wali kota untuk semua rumah sakit di buka. Jadi tidak ada penolakan," tegasnya.
Adapun para korban disebut rata-rata mengalami sesak nafas akibat asap tebal juga kekurangan oksigen saat mereka terjebak dalam gedung.
Hingga saat ini, pihak pemerintah belum mengetahui pasti data-data korban. "Untuk sementara korban rata-rata sesak karena asap. Informasi yang saya dapat sudah tertangani. Adapun rawat inap saat ini yakni observasi 8 jam. Jadi begitu pasien masuk (langsung) observasi. Dan semua korban yang sesak sudah tertangani dengan baik," kuncinya.
Sementara Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto menyampaikan kepada keluarga para pengunjung yang menjadi korban kebakaran untuk mencari keluarganya di beberapa rumah sakit yang sudah ditentukan.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri Festive Raya Fashion Show 2026, Dukung Kreativitas Desainer Lokal Makassar
Adapun rumah sakit yang dimaksudkan diantaranya:
- RS. Siloam Hospital Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Tanjung Merdeka.
- RS. Stella Maris Jalan Somba OPU, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang.
- RS. Pelamonia Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang.
- RS. Labuang Baji Jalan Ratu Langit Kecamatan Mamajang.
- RS. Bhayangkara Jalan Andi Mappaodang, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate.
- RS. Dadi Jalan Lanto Dg. Pasewang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




