Makassar, jejakfakta.com – Tiga dari empat perahu penyeberangan yang beroperasi di Sungai Jeneberang, pangkalan Malengkeri Jl Dg Tata, hanyut terbawa arus, Rabu (16/11/22) malam.
Ketiga perahu mengangkut sejumlah penumpang dan kendaraan roda tujuan Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Perahu-perahu dengan mesin ketinting itu hanyut akibat derasnya arus surut Jeneberang.
Baca Juga : Festival Muara Siap Jadi Ikon Budaya Baru Kota Makassar
Menurut laporan warga setempat, ketiga perahu tersebut berhasil lolos terjangan arus dan kembali ke pangkalan.
Dilaporkan, tak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
Rabu siang hingga petang, hujan lebat mengguyur wilayah menuju hulu DAS Jeneberang.
Baca Juga : Pintu Bendungan Bili-bili di Gowa Masih Terbuka, Warga Diminta Waspada
Pantauan jejakfakta.com, Kamis (17/11/22) siang, tampak sepi aktivitas penyeberangan Mallengkeri Makassar-Taeng Gowa. Terpantau dari pangkalan Makassar atau yang dikenal: Pangkalan Daeng Tata.
Tak terlihat satu pun armada penyeberangan yang biasanya mangkal.

Baca Juga : Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Jeneberang Gegerkan Warga di Gowa
Tiap perahu penyeberangan di area ini berkapasitas 30-an penumpang.
Durasi penyeberangan tiap perahu kurang lebih lima menit sampai. Layanan siang malam.
Baca Juga : Pendaki Cedera di Pos 9 Gunung Bawakaraeng, Basarnas Lakukan Evakuasi
Penyeberangan ini adalah jalur pintas warga yang hendak menuju Makassar dan sebaliknya.
Baca Juga : Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Jeneberang Gegerkan Warga di Gowa
Kedalaman surut Sungai Jeneberang kurang lebih tiga meter dan kedalaman pasang 10 meter. Lebar sungai berkisar 60 meter sampai 100 meter.
Baca Juga : Pemkot Makassar Usul ke Komisi V DPR-RI Buat Bendungan Karet di Sungai Tallo dan Jeneberang
Panjang Sungai Jeneberang antara 75-80 kilometer.
Sungai ini mengalir dari timur, dari Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang, ke arah barat dan bermuara di Selat Makassar. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




