Sabtu, 20 Mei 2023 09:11

Terungkap BSI Akui Kena Serangan Siber

Logo PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di kantor pusat yang berada di Jakarta. (Foto: Bloomberg-Dimas Ardian).
Logo PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di kantor pusat yang berada di Jakarta. (Foto: Bloomberg-Dimas Ardian).

Belakangan manajemen mengakui bahwa BSI mengalami serangan siber terhadap sistem informasi teknologi (IT) perbankan syariah Indonesia kelahiran 1 Februari 2021.

Jakarta - Santer kabar geng pemeras massal (ransomware) LockBit 3.0 mengeklaim telah mencuri data 15 juta nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI). Geng itu lalu mengancam untuk membocorkan data curian tersebut ke dark web jika BSI tidak menebus uang senilai 20 juta dolar atau sekitar Rp 300 miliar. Apa betul serangan siber ini menimpa BSI?

Belakangan manajemen mengakui bahwa BSI mengalami serangan siber terhadap sistem informasi teknologi (IT) perbankan syariah Indonesia kelahiran 1 Februari 2021.

Pengakuan terungkap dalam surat BSI yang menjawab surat BEI No.S-03854/BEI.PP1/05-2023 tanggal 16 Mei 2023 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan media massa.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas, Literasi Keuangan Kini Tak Sekadar Teori

Dalam surat, Senior Vice President BSI, Gunawan Arief Hartoyo, mengatakan, memang benar terjadi gangguan terhadap sistem layanan perseroan pada 8 Mei 2023. 

"Setelah dilakukan penelusuran atas gangguan tersebut, perseroan menemukan indikasinya adanya serangan siber sehingga perseroan melakukan berbagai langkah penanganan sesuai protokol penanganan insiden siber yang berlaku," kata Gunawan dalam suratnya, Sabtu (20/5/2023).

Perseroan, kata Gunawan, telah memulihkan layanan kepada nasabah dan BSI belum bisa menjawab seluruh surat yang dikirimkan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterbukaan publik karena BSI masih proses penanganan.

Baca Juga : Satu Tahun Konsisten, Pemkab Gowa Perkuat Pengentasan KME Lewat Bedah Rumah dan Layanan Kesehatan Gratis

"Saat ini, perseroan belum dapat memenuhi permintaan Bursa sebagaimana surat yang dimaksud. Karena saat ini masih dilakukan assessment (audit forensik) terhadap peristiwa yang dimaksud," kata Gunawan.

Geng peretas LockBit 3.0 tidak mendapat kesepakatan dari BSI dan mereka mengklaim telah menyebarkan seluruh data nasabah BSI. 

"Masa negosiasi telah berakhir, dan grup ransomware LockBit akhirnya mempublikasikan semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia di dark web," tulis akun Twitter @darktracer_int.

Baca Juga : Bank Sulselbar Resmikan KCS Maros, Perkuat Ekonomi Syariah di Kawasan Strategis Mamminasata


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bank Syariah Indonesia #ransomware #Gunawan Arief Hartoyo #LockBit 3.0 #surat BEI No.S-03854/BEI.PP1/05-2023 #BSI error
Youtube Jejakfakta.com