Jejakfakta.com, Makassar - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran meninjau langsung keberangkatan jemaah calon haji (JCH) asal Jayapura, Papua di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (27/8/2023).
Pantauan Jejakfakta.com, Sabtu (27/5), rombongan pertama jemaah haji asal Papua tiba di Makassar sekitar pukul 12.00 Wita, dan didampingi langsung oleh Panitia keberangkatan serta Kanwil Kemenag Papua, kemudian rombongan kedua rencanannya tiba Minggu (28/5) besok.

Klemens Taran menyebutkan, jemaah haji asal Provinsi Papua sebanyak 1.028 orang. Tercatat 30 persen jemaah haji lanjut usia (lansia) dan usia tertua yakni 84 tahun.
Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis
“Perjalanan haji kali ini itu diberi 30% untuk lansia,” sebut Klemens, kepada Jejakfakta.com, Sabtu (27/8/2023).
Melihat dari perjalanan yang cukup panjang, Klemens secara langsung mendatangi beberapa jemaah haji asal Papua dan ada beberapa jemaah lansia yang terlihat kelelahan.
Klemens mengatakan, semua jemaah haji asal Papua sangat siap dan semangat untuk melakukan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.
Baca Juga : Jemaah Haji Lutim Tiba di Tanah Air, Disambut Haru di Asrama Haji Sudiang
“Tapi pada umumnya mereka siap untuk jalan karena begitu ditanya siap-siap dan yang lansia juga jawab siap jalan. Wah ini luar biasa,” katanya.
Klemens berharap rombongan jemaah haji asal Papua pulang dengan membawa kebaikan di Provinsi Papua nanti dan menjadi haji Mabrur.
“Kita berharap pergi menjalankan ibadah pulang menjadi haji yang mabrur dan bermanfaat bagi umat beragama, tapi juga orang lain dalam kehidupan keseharian," terangnya.
Baca Juga : Dua Kloter Jemaah Haji Maluku Utara Diterbangkan ke Madinah, Kloter 15 Dilepas Langsung Wakil Gubernur
Ia menyakini, dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama kita tidak hidup sendiri, harus hidup akan berdampingan dengan orang lain.
"Agar masyarakat dan mesti menularkan kebaikan-kebaikan yang didapatkan dalam perjalanan ibadah itu dalam pengaruh kehidupan keseharian,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




