Rabu, 31 Mei 2023 15:08

Pro Kontra Tokoh Parpol di Makassar Terkait Sistem Pemilu 2024, Hamzah: Bukan Memilih Kucing dalam Karung

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Contoh surat suara dengan desain yang disederhanakan saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (22/3/2022). @dok. Kompas/HENDRA A SETYAWAN
Contoh surat suara dengan desain yang disederhanakan saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (22/3/2022). @dok. Kompas/HENDRA A SETYAWAN

"Memilih bukan memilih kucing dalam karung, karena rata-rata masyarakat memilih mau melihat figur-nya yang dianggap bisa mewakili bukan memilih partai," harap Hamzah.

Jejakfakta.com, Makassar - Sejumlah tokoh partai politik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) angkat bicara menanggapi terkait dugaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan dilakukan dengan sistem proporsional tertutup.

Masalah ini menjadi perbincangan publik, terutama di partai politik. Pro kontra pun bermunculan. Ada yang menerima apapun keputusan MK, ada pula yang menolak proporsional tertutup tersebut, jika dugaan tersebut benar disahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar, Hamzah Hamid mengatakan, jika pemilu 2024 mendatang menggunakan proporsional tertutup maka akan merepotkan partai.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi

"Masyarakat kan sudah terbiasa memilih dan mengenal caleg-nya, kalau tertutup kan berarti memilih partai. Kemudian kesempatan bagi Kader untuk berkompetisi kalau tertutup ini yang repot. Repotnya, karena dia (Caleg) fikir bagaimana pun juga nomor 1 diuntungkan tidak ada kompetisi," kata Hamzah Hamid kepada jejakfakta.com, Rabu (31/5/2023).

Anggota DPRD Kota Makassar ini berharap, MK mempertimbangkan bukan hanya tim ahli dari akademisi tapi harus ada tim ahli dari praktisi.

"Karena beda, kalau akademisi kan teori, kalau praktisi kan dia tau bagaimana dibawa kemauan masyarakat. Memilih bukan memilih kucing dalam karung, karena rata-rata masyarakat memilih mau melihat figur-nya yang dianggap bisa mewakili bukan memilih partai," harapnya.

Baca Juga : Partai Golkar Makassar Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di HUT ke-61

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelora Kota Makassar, E.Z. Muttaqien Yunus menuturkan, menerima apapun keputusan dari MK, karena menurutnya semua mempunyai kelebihan dan kekurangan.

"Gelora siap apapun hasil keputusan dari MK. Tertutup dan terbuka, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau terbuka tentunya kampanye dari masing-masing Caleg akan lebih optimal. Kalaupun diputuskan tertutup dan memilih logo partai, Gelora juga akan menyiapkan strategi untuk itu," katanya.

Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Prof. Denny Indrayana menjadi pembicaraan hangat publik usai mengaku mendapatkan informasi soal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemilu 2024 dengan sistem proporsional tertutup.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Harap Kolaborasi Erat dengan Partai Hanura Jelang Pemilu 2024

Denny Indrayana menyampaikan hal tersebut di akun twitter miliknya, pada Minggu (28/5/2023).

"Pagi ini saya mendapatkan informasi penting. MK akan memutuskan pemilu legislatif kembali ke sistem proporsional tertutup. Kembali memilih tanda gambar partai saja," tulis Denny di akun twitter miliknya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Partai Politik #Pemilu 2024 #sistem proporsional tertutup #kader berkompetisi #memilih kucing dalam karung #memilih partai
Youtube Jejakfakta.com