Jejakfakta.com – Tudingan suap kerap menerjang pemenang kompetisi persepakbolaan di mana saja dan sejak lama. Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 sekarang ini juga terjangkit tuduhan suap.
Namun, Qatar, negara pemilik cadangan migas tertinggi ketiga dunia, sepertinya memenangkan tuduhan atas kekalahannya di laga pembuka kontra Ekuador, Ahad (20/11/22).

Pertandingan Qatar vs Ekuador dalam rangkaian Grup A Piala Dunia 2022 sekalian menjadi catatan sejarah yang berlangsung di Stadion Al Bayt, Qatar, Ahad malam. Tuan rumah kalah 0-2 dari Ekuador. Ini kali pertama dalam sejarah piala dunia, tuan rumah kalah dalam laga pembuka.
Baca Juga : Sanksi FIFA Dicabut, PSM Makassar Langsung Daftarkan Pemain Baru
Menjelang pembukaan, isu suap menghujani Qatar dan Ekuador.
Diberitakan, pakar politik sekaligus Direktur Regional British Center di Arab Saudi, Amjad Taha, mengklaim Qatar membayar 7,4 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 115 miliar kepada delapan pemain Ekuador.
Dugaan bayaran atau dugaan suap agar Ekuador membiarkan sang tuan rumah menangkan laga pembuka. Pelatih Qatar, Felix Sanchez, membantah tudingan miring tersebut. Sudah.
Baca Juga : Drawing Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Segrup dengan Irak dan Arab Saudi!
Sekarang, bagaimana Qatar dapat cuan?
Melansir CNBC dan Al Jazeera, Qatar kemungkinan kecil "banget" bercuan secara finansial sebagai tuan rumah, mengapa?
Alasannya, bukan hanya Qatar, para host pendahulunya menghabiskan puluhan miliar dolar untuk persiapan. Host harus mengadakan infrastruktur yang memadai, membangun hotel, dan memutakhirkan sarana lainya.
Baca Juga : PSM Makassar Kena Sanksi FIFA, Dilarang Transfer Pemain
Dilaporkan, hak siar TV untuk Piala Dunia 2018 di Rusia dijual ke penyiar di seluruh dunia seharga US$4,6 miliar. Rupanya, duit itu diserahkan ke badan pengatur sepak bola dunia: FIFA.
Anak perusahaan FIFA disebut menguasai penjualan tiket 100 persen. FIFA juga memegang hak pemasaran yang menghasilkan lebih dari US$1 miliar pada Piala Dunia 2018.
Kendati, FIFA dikabarkan akan membayar senilai US$ 1,7 miliar ke Qatar untuk menjalankan turnamen. Dari angka itu sudah termasuk di dalamnya alokasi hadiah US$440 juta untuk tim yang menang.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel vs Palestina Diperpanjang
Apa angka itu ada bagian untuk Qatar?
Dilaporkan, Qatar sendiri menghabiskan lebih dari US$200 miliar untuk Piala Dunia 2022. Uang itu dihabiskan untuk membangun infrastruktur, hotel, sarana rekreasi, hingga merombak seluruh jaringan jalannya serta membangun sistem kereta api.
Forum Ekonomi Dunia melaporkan: "Harga hotel yang naik selama acara terjual habis, tetapi upah pekerja jasa tidak selalu naik dengan jumlah yang sama, yang berarti pengembalian modal cenderung lebih besar daripada pengembalian tenaga kerja."
Baca Juga : 7 Alasan Israel Terpaksa Gencatan Senjata
Selain itu, pengunjung yang membeli merchandise atau produk apapun dari merek mitra FIFA tidak menyumbang untuk pendapatan pajak Qatar. Alasannya, FIFA mendapat keringanan pajak yang sangat besar dan merek sponsornya diperlukan dalam proses penawaran Piala Dunia.
Sulit ditakar jika Qatar untung duit atas posisinya sebagai host.
Tetapi, boleh jadi Qatar tak menargetkan itu. Mungkin menargetkan di atas uang.
Untuk jangka panjang, Qatar sudah mengantongi kepercayaan sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi atau berbisnis. Momen ini bakal membuat kapasitas ekonomi Qatar melaju.
Atau setidaknya, sebagai host Piala Dunia punya kehormatan yang nilainya di atas finansial. (CNBC/ Al Jazeera).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




