Senin, 19 Juni 2023 06:53

Pendaftaran Beasiswa 1.000 Santri Buka 3 Juli 2023, Dibiayai Dana Abadi Pesantren Rp 80 Miliar

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani.

Beasiswa PBSB ini kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan sumber dana dari Dana Abadi Pesantren sebesar Rp 80 miliar.

Jakarta – Kabar gembira bagi santri pencari beasiswa. Kementerian Agama segera membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dengan kuota 1.000 santri. 

“Jika tidak ada kendala, pendaftaran PBSB akan dibuka secara online pada 3 sampai 13 Juli 2023," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani, dalam siaran pers Kemenag RI, Sabtu (17/6/2023).

Beasiswa PBSB ini kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu, sumber dana dari Dana Abadi Pesantren sebesar Rp 80 miliar.

Baca Juga : Bukan Kampanye Nikah Muda, KUA Paleteang Justru “Rem” Siswa MAN Pinrang Lewat Program MOST

 Kemenag berharap dengan akema kerja sama tersebut, peluang bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa terbuka lebar.

"Ini merupakan kolaborasi yang diperlukan dalam rangka penguatan skema penggunaan dana abadi Pesantren dengan peningkatan SDM Pesantren. Insya Allah tahun ini dialokasikan Dana Abadi Pesantren sebesar 80 miliar untuk 1.000 Santri penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi,” kata kata Dhani, sapaan akrab Muhammad Ali Ramdhani.

Dhani menyatakan, keterangannya mengacu laporan hasil Rapat Koordinasi Penyelenggaraan PBSB yang berlangsung di Bogor, 13 – 15 Juni 2023. Rakor diikuti Tim Pengelola Dana Abadi Pesantren bersama 34 perwakilan perguruan tinggi mitra PBSB dalam negeri, perwakilan LPDP Kemenkeu, Majelis Masyayikh, dan Asosiasi Ma'had Aly (Amali).

Baca Juga : MAN Pinrang Ukir Sejarah Spektakuler, Lolos Grand Final Kompetisi Robotik Madrasah Nasional 2025 dengan Peringkat Pertama

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pesantren pada 2023. Anggaran ini disiapkan melalui skema Dana Abadi Pesantren yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan. Dana Abadi Pesantren ini merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Selain untuk rekrutmen 2023, anggaran sebesar Rp250 miliar ini juga digunakan untuk beasiswa non gelar seperti short course kader ulama dan penguatan bahasa dan keterampilan usaha dan digitalisasi yang akan menunjang program kemandirian pesantren.

Dhani menerangkan, ada lima rumpun keilmuan yang menjadi fokus dalam rekrutmen PBSB 2023, di antaranya Ilmu Kesehatan, Teknologi, Ekonomi, Penguatan untuk literasi keuangan, Ilmu Keagamaan dan Ilmu Sosial.

"Ma’had Aly juga diskemakan untuk masuk kategori dalam penerima beasiswa, sebagai bagian untuk membentuk kader ulama," kata Dhani.

Baca Juga : Dirbina Haji Buka Seleksi Tahap II PPIH Kloter dan Arab Saudi Sulsel, Ini Pesannya

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP Agam Bayu Suryanto menambahkan, skema penggunaan Dana Abadi Pesantren 2023 memang diperuntukkan bagi kepentingan peningkatan SDM Pesantren. Anggaran ini sepenuhnya akan dialokasikan untuk pembiayaan program beasiswa gelar (degree) atau non gelar (non degree), untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri, bagi kalangan pesantren.

"Teknisnya, LPDP menerima usulan program melalui Project Management Officer Kemenag. LPDP melakukan review dari program yang disarankan dengan melihat Term of Reference dan Anggaran biaya untuk program," kata Agam Bayu Suryanto.

Dikatakan Agam Bayu, tanggung jawab pengelolaan manajemen PBSB tetap dipegang oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, dibentuk Project Management Officer (PMO). Tugas dari PMO adalah melakukan pengelolaan yang lengkap dan terpadu mulai dari perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelaksanaan, pencairan beasiswa, hingga Pendampingan.

Baca Juga : Guru PAI Siap-siap Kebagian THR, Kemenag Pastikan Tidak Double

"LPDP menerima pengajuan dari PMO, kemudian melakukan telaah atau review terhadap dokumen tersebut. Oleh karena itu data para penerima beasiswa harus benar-benar valid, sesuai petunjuk teknis, dan jelas," ujarnya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono menambahkan, mekanisme pendaftaran online PBSB masih tetap sama dengan sebelumnya, yakni Pesantren lebih dulu melakukan registrasi dan memilih nama santri yang telah terdata pada Education Management Information System (EMIS). Sementara pilihan program studi serta komponen beasiswa yang disediakan lebih beragam dan berbeda dengan sebelumnya.

“Jika tidak ada kendala, pendaftaran PBSB secara online akan dibuka pada tanggal 3 hingga 13 Juli 2023. Oleh karenanya, santri calon pendaftar agar mempersiapkan diri dan mengikuti perkembangan informasi beasiswa ini melalui berbagai kanal media Kemenag,” Waryono.(kemenag.go.id).

Baca Juga : Dihadapan Pimpinan dan Umat Konghucu Sulsel, Wamenag RI Kenang Nilai Moderasi Beragama Ala Gus Dur


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) #Dana Abadi Pesantren #Muhammad Ali Ramdhani #Kemenag RI
Youtube Jejakfakta.com