Jejakfakta.com, Makassar - Ratusan jemaah haji kloter pertama Debarkasi Makassar tiba Asrama Haji Sudiang, Rabu (5/7/2023). Seorang jamaah meninggal di tanah suci, akibat penyakit bawaan.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, Ali Yafid mengatakan, jumlah jemaah saat diberangkatkan sebanyak 393 orang, kembali 392 orang dan satu orang meninggal di Arab Saudi.

"Atas nama Nurmi (73) meninggal di Mekkah. Mungkin ada penyakit bawaan sehingga meninggal dunia,” kata Ali, kepada wartawan usai menerima jemaah haji, Rabu (5/7/2023).
Baca Juga : Lepas 387 JCH Kloter Pertama, Bupati Gowa Titip Doa untuk Kemajuan Daerah
Sementara sepanjang pelaksanaan ibadah haji, jumlah jemaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Makassar sebanyak 16.888 orang. Sebanyak 22 orang meninggal dunia.
"Embarkasi Makassar yang meninggal hingga sampai hari ini ada 22 orang," kata Humas Kementrian Agama Sulsel, Mawardi Sirajuddin.
Berdasarkan Data Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, jumlah jemaah haji yang wafat di Arab Saudi yakni, Sulsel sebanyak 10 orang, Sultra 2 orang, Sulbar 2 orang, Maluku Utara 4 orang, Gorontalo 1 orang, Papua 1 orang dan Papua Barat 2 orang.
Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis
Mawardi mengungkapkan, 12 jemaah haji yang meninggal dunia mayoritas jemaah haji kategori lanjut usia (lansia).
“Rata-rata jemaah haji lansia yang umurnya sudah 60-an tahun ke atas," ujarnya.
Berdasarkan jenis kelamin jemaah haji Embarkasi Makassar yang wafat yakni, laki-laki sebanyak 13 orang dan perempuan sebanyak 9 orang.
Baca Juga : Unismuh Makassar Jadi Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Sulsel
Jemaah Haji Debarkasi Makassar mulai hari ini sampai tanggal 3 Agustus mendatang, kata Mawardi akan dipulangkan dari Arab Saudi secara bertahap. Kloter pertama yang merupakan berasal dari Makassar telah tiba di Asrama Haji Sudiang, tanggal 5 Juli 2023 hari ini.
"Hari ini kloter satu Debarkasi Makassar jemaah dari kota Makassar jumlahnya 393. Satu meninggal di Arab Saudi, akhirnya yang kembali hanya 392," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




