Jejakfakta.com, Makassar - Pengusaha burger, Suarnarti Daeng Kanang (46) menjadi perharian saat turun dari bus bersama rombongan jemaah haji kloter pertama Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang yang baru pulang dari Tanah Suci Mekkah. Pasalnya, Suarnati tampak mencolok karena memakai lebih dari 100 gram emas.
Dari pantauan jejakfakta.com Suarnati turun dari bus menggunakan emas sepeti kalung, cincin dan gelang emas yang melilit ditangannya hingga siku.

Suarnarti adalah jemaah Haji asal Kota Makassar. Ia mengaku sengaja membawa emas dari kampung halamannya dan sebagian ia beli di Arab Saudi saat ia melaksanakan ibadah haji.
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
“Dari Makassar separuh, tidak tau mi berapa gram. Ada 100 lebih (emas dari Makkah), jadi ini di Mekkah. Lewat ATM (ia beli emas). Pokoknya per gram sekitar 1,200.000 karena riyal,” terangnya.
Kata Suarnarti, dirinya menggunakan emas sebagai nazarnya dan ia lebih berkharisma.
“Saya sudah bernazar dari awal, belum mendaftar saya sudah nazar seandainya saya ke tanah suci bisa ndak ya saya begini (pakai emas) karena saya siapa sih,” ujarnya.
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Dalam perjalanan, Suarnati mengaku mengganti pakian saat berada dalam pesawat, dan memasang sejumlah pernah pernik emas untuk dipakai saat tiba di Kota Makassar.
“Ada 100 gram daya beli (dari makkah), Sekitar 80 gram saya bawa (emas),” sebutnya.
“Untuk belanja tiap hari saja 30 juta jadi beda emas,” sambungnya.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Perempuan yang sukses dalam usaha agen burger tersebut mengatakan, telah menunggu selama 13 tahun untuk bisa naik haji. Meski dirinya sudah 3 kali melaksanakan umroh.
Saat berada di Makkah, ia mengaku ia berdoa agar bisa pergi kembali bersama keluarga dan usahanya bisa sukses.
“Yang diminta sehat, sukses lancar dan semua keluarga dipanggil ke sana (tanah Suci Mekkah) kedua orang tua, adek, kaka, termasuk usaha dilancarkan,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




