Jejakfakta.com, Makassar - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib menyebut tahanan yang kabur di Polsek Tallo itu melalui ventilasi jendela yang dirusak. Tahanan kabur terjadi pada Selasa (18/7/2023) dini hari, sekitar pukul 03.30 Wita.
"Tahanan yang melarikan diri ini dengan cara memotong besi jendela di belakang. Ada dua jendela besi yang dipotong, kemudian melompat melalui jendela tersebut," ujar Ngajib kepada wartawan, Rabu (20/7/2023).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Ngajib, pelaku telah dibantu oleh petugas kebersihan dengan memberikan alat berupa gergaji.
"Kemudian kita lakukan pemeriksaan melalui. Gergaji yang dimiliki oleh tahanan tersebut berasal dari dua orang yang melakukan pembersihan kantor, Pekerja Harian Lepas (PHL)," jelasnya.
Sementara untuk jumlah tahanan kabur, Ngajib mengatakan jumlah tahanan yang melarikan diri sebanyak 5 orang. Ia membantah data sebelumnya yang menyebut hanya 3 orang.
"Saya informasikan kemarin, kurang lebih pukul 03.30 Wita, ada lima tahanan yang melarikan diri," tuturnya.
Baca Juga : Ratusan Petugas Kebersihan Terima Paket Lebaran dari Bupati dan Wakil Bupati Lutim
Sementara untuk penangkapan para pelaku, pihaknya telah mengamankan satu tersangka. Sedangkan tahanan kabur yang lain, masih dalam pengejaran kepolisian.
"Ada salah satu tersangka yang sudah diamankan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, tiga tahanan di Polsek Tallo Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melarikan diri viral di media sosial. Informasi yang beredar tahanan menjebol pentilasi hingga kabur.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Serahkan 300 Paket Sembako untuk Petugas Lapangan
Kapolsek Tallo AKP Ismail membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menampik tahanan yang melarikan diri itu melalui pentilasi jendela, melainkan kabur pada saat diminta kerja bakti di halaman Polsek.
Ia juga membantah bahwa terdapat 5 orang yang kabur. Namun, faktanya hanya 3 orang saja.
"Kasusnya ini biasa, ini kan belum dilimpahkan (ke pengadilan). Dia disuruh bersih-bersih di luar, lalu dia pergi (melarikan diri)," kata Ismail kepada Wartawan saat di temuai di kantornya, Rabu (19/7/2023).
Baca Juga : Empati untuk Korban Bencana, Wali Kota Makassar Imbau Perayaan Tahun Baru Lebih Sederhana
Terkait informasi yang beredar mengenai pentilasi yang digergaji tidak benar adanya. Ismail menampik kabar tersebut.
"Info yang menggeragaji sel, itu tidak benar. Nda sampai ji nageragaji," ungkapnya.
Tahanan yang kabur atau melarikan diri tersebut itu merupakan tahanan perkara kasus penganiayaan dan penipuan.
Baca Juga : Jelang Pemilihan RT, Wali Kota Makassar Rakor Pengamanan Bersama Kapolrestabes dan Dandim
Saat ini, dua tahanan yang sempat melarikan diri sudah diamankan, dan kembali ditahan.
"Sudah dua diamankan, satunya sudah dalam perjalanan ke sini (polsek)," terangnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




