Kamis, 24 November 2022 08:31

Gempa Cianjur

Data Korban di Cianjur Bertambah: 271 Meninggal, 2.043 Luka, 61.908 Pengungsi

(Foto dari Putra M Akbar jurnalis Republika): Warga melewati jalan yang rusak akibat gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan rusak parah di Desa Sarampad. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melintas untuk membawa bantuan bagi warga terdampak.
(Foto dari Putra M Akbar jurnalis Republika): Warga melewati jalan yang rusak akibat gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan rusak parah di Desa Sarampad. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melintas untuk membawa bantuan bagi warga terdampak.

Sebelumnya, data korban meninggal 268 jiwa. Data dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI. “Akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya," ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Cianjur, jejakfakta.com – Data terbaru, tercatat 271 korban meninggal akibat gempa bumi 5,6 magnitudo di Cianjur Senin (21/11/22) pukul 13.21 WIB.

Sebelumnya, data korban meninggal 268 jiwa. Data dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Laman BNPB, melaporkan, pencarian korban terus diupayakan oleh tim gabungan.

Baca Juga : Ke Cianjur Lagi, Presiden Jokowi: Ini Nasi dan Ayam Dibawa dari Jakarta

"Per hari ini, 271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kantor Bupati Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Menurut Suharyanto, data tersebut dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur.

“Akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya," ujar Suharyanto.

Baca Juga : Korban Hilang Pascagempa Cianjur kembali Bertambah, Korban Meninggal 327 Jiwa

Dia menyebut tim gabungan tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian meski terkendala hujan.

"Pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara terus menurus, meski hujan tim tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian," katanya.

Selain korban meninggal bertambah, dampak dan korban lainnya pun bertambah.

Baca Juga : Akhirnya Presiden Dengar Langsung di Cianjur, Banyak Korban belum Dapat Bantuan

Saat ini korban luka bertambah jadi 2.043 orang. Tercatat 61.908 orang yang mengungsi.

Data kerugian materil pun bertambah sebanyak 56.320 rumah rusak dengan rincian rusak berat 22.241 unit rumah, rusak sedang 11.641 unit rumah dan rusak ringan 22.090 unit rumah.

Fasilitas umum lainnya juga turut terdampak, antara lain 31 unit sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan tiga belas gedung perkantoran.

Baca Juga : Update Data Korban Gempa Cianjur: 272 Meninggal, Puluhan Korban Hilang dalam Pencarian

"Rumah ini didata mulai RT, RW, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas sampai kepala OPD, kepala OPD telah diperintahkan oleh Bupati untuk ikut melakukan pendataan, di samping itu adanya bantuan dari perguruan tinggi, tim PUPR juga telah turun melakukan pendataan," tutur Suharyanto.

Terkait adanya keluhan masyarakat tentang bantuan yang belum diterima, Suharyanto mengungkapkan pendistribusian akan menggandeng perangkat desa setempat untuk memastikan kebutuhan terpenuhi.

"Pendistribusian logistik, setiap pagi jam 8 para Camat mengajukan kebutuhan dan akan disiapkan armada untuk melakukan pengiriman ke kantor Camat jam 9 setiap pagi, nanti kepala desa, babinsa dan babinkatibmas mendistribusilan ke titik-titik pengungsian," ujarnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi ke Cianjur Lagi: Saya Ingin Memastikan bahwa Proses Evakuasi Berjalan dengan Baik

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk menyalurkan bantuannya melalui posko di Kantor Bupati Cianjur.

"Masyarakat dan lembaga lain yang ingin membantu masyarakat terdampak, satu pintu melalui posko, semua bantuan akan didistribusikan ke yang berhak," kata Suharyanto.

"Jangan distribusikan sendiri karena cuaca tidak baik, jalanan kecil, menyebabkan jalanan terhambat, ada laporan pasukan evakuasi terhambat karena itu. Kemudian banyak warga luar datang untuk menonton korban bencana, akan ditertibkan oleh TNI/Polri," lanjutnya.

Penanganan benca gempa Cianjur, selain mendapat dukungan logistik juga mendapatkan dukungan personil dari berbagai pihak.

"Relawan sudah masuk, malam ini 193 organisasi relawan siap bantu dengan 2.904 personil yang terdata. Nantinya relawan akan membantu SAR, dsitribusi logistik, pendataan dan pemenuhan kebutuhan lain," kata Suharyanto. (Abdul Muhari/BNPB)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#dampak gempa bumi Cianjur #Letjen TNI Suharyanto #Data BNPB
Youtube Jejakfakta.com