Gaza - Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, dikabarkan berhenti beroperasi hari ini akibat kehabisan bahan bakar minyak. Ratusan pasien terancam korban luka akibat serangan Israel semakin terancam.
"Generator utama Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara berhenti berfungsi, membahayakan nyawa ratusan pasien dan orang yang terluka, seruan kepada semua lembaga internasional dan dunia untuk menyediakan bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan rumah sakit tersebut," kata sumber yang dikutip jejakfakta, Jumat (3/11/2023).

Kemarin RS Indonesia masih dilaporkan beroperasi, namun kabar akan berhenti akibat stok BBM menipis beredar sejak tiga hari lalu.
Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza

Akhirnya, RS persahabatan Indonesia - Palestina tersebut menambah daftar rumah sakit di Gaza yang berhenti beroperasi akibat kekejaman Israel.
Sudah 17 Rumah Sakit Gaza lumpuh. Tersisa 15 rumah sakit, pun sudah sudah sesak pasien dan juga terancam menyusul nasib RS Indonesia.
Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti
Hari ini memasuki hari ke-27 Israel membantai rakyat Palestina di Gaza. Lebih 8.700 korban tewas, separuhnya anak-anak.
Israel membombardir Gaza sejak 7 Oktober dan semenjak itu pula Isra memblokade bantuan bahan bakar dan bantuan lainnya berlangsung masuk ke Gaza hingga detik ini.
RS Indonesia tidak hanya dihuni pasien tetapi juga menjadi tempat pengungsian ribuan warga Gaza.
Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina
MSF: 20.000 Korban Luka di Gaza
Organisasi kemanusiaan medis internasional independen, Doctors Without Borders (MSF), mengumumkan, lebih dari 20.000 korban luka masih berada di Jalur Gaza setelah gelombang pertama evakuasi dari Jalur Gaza ke Mesir melalui pintu perbatasan Rafah, Rabu (1/12/2023).
Organisasi bantuan dokter usia 52 tahun tersebut menyampaikan, warga Palestina saat ini masih mengalami krisis layanan kesehatan akibat blokade dan pemboman oleh pasukan Israel secara terus menerus.
Baca Juga : Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan
Tim MSF berharap bantuan medis dan pekerja kemanusiaan segera diizinkan masuk ke Gaza. Sebab, semua rumah sakit di Gaza penuh sesak.
"Dan sistem kesehatan berada dalam risiko kehancuran total," kata MSF dikutip dari WAFA, Kamis (2/11/2023).
Kemarin tercatat 16 dari 32 rumah sakit di Gaza berhenti beroperasi akibat dibombardir oleh Israel.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen
Informasi yang dihimpun jejakfakta dari pihak pemerintah di Gaza, di bawah ini daftar Rumah Sakit yang tidak lagi beroperasi di Gaza akibat dibom oleh Israel dan kehabisan bahan bakar:
1. Rumah Sakit Persahabatan Turki
2. Rumah Sakit Beit Hanoun
3. Rumah Sakit Al-Wafa
4. Rumah Sakit Pelayanan Umum
5. Rumah Sakit Teman Pasien
6. Rumah Sakit Al Karama
7. Rumah Sakit Haifa
8. Rumah Sakit Mata Internasional
9. Rumah Sakit Khusus Muslim
10. Rumah Sakit Al-Durra
11. Rumah Sakit Hamad
12. Rumah Sakit Dar es Salaam
13. Rumah Sakit Al-Yaman Al-Saeed
14. Rumah Sakit St
15. Rumah Sakit Al-Hayat
16. Rumah Sakit Jaffa
17. RS Indonesia (kehabisan bahan bakar).
Selain itu, sebanyak 32 puskesmas dari 52 puskesmas di Gaza hancur akibat serangan Israel. (WAFA/dan berbagai sumber).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




