Ahad, 05 November 2023 22:02

Anies Baswedan Paparkan Soal Ketimpangan dan Pemerataan pada Silarnas ICMI di Makassar

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Capres Anies Baswedan saat menyampaikan visi-misi dalam pertemuan Silatnas ICMI di Makassar, Minggu (5/11/2023). @Jejakfakta/Atri
Capres Anies Baswedan saat menyampaikan visi-misi dalam pertemuan Silatnas ICMI di Makassar, Minggu (5/11/2023). @Jejakfakta/Atri

Hadirkan kesetaraan dengan memadukan pendekatan sekroral

Jejakfakta.com, Makassar -- Bakal calon presiden Anies Baswedan menyampaikan untuk membangun Indonesia ke depan perlu meluruskan paradigma untuk menghadirkan kesetaraan dengan memadukan pendekatan sektoral.

Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan visi misi di perhelatan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Minggu (5/11/2023).

"Kita perlu meluruskan paradigma untuk menghadirkan kesetaraan. Kuenya harus diperbesar dan pembagiannya merata," katanya.

Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan

Anies menjelaskan, visi misi yang didorong pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melalui pendekatan sektoral.

"Kami adalah memadukan pendekatan sektoral. Tak bisa simetrik. Dalam pembangunan harusnya yang selalu jadi pertanyaan, apa yang sudah tercapai, bukan apa yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Anies mengatakan, paradigma pembangunan harus diubah dari pertumbuhan ke pertumbuhan dan pemerataan. Selain itu, dari pendekatan sektoral ke pendekatan sektoral dan kawasan, serta dari menyelesaikan proyek pemerintah ke menuntaskan persoalan warga.

Baca Juga : Ini Pernyataan AMIN Usai KPU Menetapkan Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024

"Untuk itu, perlu pemerataan akses pendidikan dan kesehatan serta peningkatan konektivitas antarkawasan," terangnya.

Dalam pemaparannya, Anies juga berbicara soal bagaimana kesenjangan antarkawasan di Indonesia yang masih lebar, terutama Pulau Jawa dan luar Jawa. Di sektor kesehatan, Anies memberikan contoh tengkes, di mana 8 dari 10 provinsi dengan prevalensi tengkes tertinggi ada di kawasan timur Indonesia.

"Di sektor soal pendidikan, 9 dari 10 perguruan tinggi terbaik ada di Pulau Jawa. Adapun kawasan industri, 82 persen terpusat di Pulau Jawa," ungkapnya.

Baca Juga : Anies Hadiri Penandatanganan Komitmen Kemerdekaan Pers, Ganjar via Zoom dan Prabowo Diwakilkan

Sementara itu pada Indeks Pembangunan Manusia, antarkawasan terpaut satu dekade. Hal ini menyebabkan masa depan anak yang lahir di provinsi dengan ketimpangan yang berada di bawah bisa berbeda.

Anies menegaskan bahwa ada ketimpangan antar sektor atau bidang. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, Anies menyebut peran semua pihak sangat dibutuhkan.

Bukan hanya pemerintah, tetapi para ilmuwan atau ahli di bidangnya masing-masing harus dilibatkan.

Baca Juga : Anies Baswedan Sebut Parepare Salah Satu dari 40 Kota yang akan Ditingkatkan Pembangunannya

"Jangan itu diserahkan kepada pemerintah saja, keputusannya hanya ditandatangani pemerintah. Sehingga menjadi fiskal atau program. Tetapi substansinya sebaiknya libatkan pra ilmuan," katanya.

Dikatakan Anies, yang harus dipikirkan untuk mencari sebuah solusi, yaitu hal apa yang harus diteruskan dari kebijakan ilmu pengetahuan hari ini. Hal apa yang menjadi koreksi dari kebijakan terkait dengan bidang keilmuan dan hal apa yang harus dihentikan dari program-program pemerintah pusat.

"Hal baru apa yang harus dikerjakan untuk melakukan reformasi dan perubahan. Empat itu yang kita butuhkan," bebernya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#paradigma pembangunan #Kesetaraan #pendekatan sektoral #Anies Baswedan
Youtube Jejakfakta.com