Sabtu, 18 November 2023 08:27

42 Hari Genosida di Palestina, Zionis Israel Bunuh 5.000 Anak-anak dan 3.300 Wanita

Salat jenazah korban serangan Israel di Khan Yunis, Palestina, baru-baru ini.
Salat jenazah korban serangan Israel di Khan Yunis, Palestina, baru-baru ini.

Sementara itu, pasukan pendudukan Israel terus melakukan pengepungan terhadap Kompleks Medis Al-Shifa dan melakukan penggerebekan ke berbagai departemen dan lingkungannya, di tengah kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik, dan kekurangan pasokan medis, makanan, dan air minum yang aman.

Gaza - Puluhan warga sipil tewas dan lainnya terluka Jumat (17/11/2023) malam dalam agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Pesawat pendudukan Israel mengebom sebuah rumah di lingkungan al-Qasaseeb, di Jalur Gaza utara, menewaskan tiga warga sipil dan melukai lainnya. 

Tiga saudara perempuan dilaporkan tewas dan anggota keluarga lainnya terluka dalam penembakan Israel yang menargetkan rumah mereka. Pesawat-pesawat tempur Israel juga menembaki sekolah al-Falah milik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), di lingkungan Zeitoun di selatan Kota Gaza, yang menampung para pengungsi, yang menewaskan dan melukai banyak warga sipil. 

Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia di kota Beit Lahia, utara, mengumumkan bahwa sejak dini hari Jumat, 120 jenazah warga sipil telah dibawa ke rumah sakit dari provinsi Gaza dan Utara. 

Baca Juga : Senator AS Desak Amerika Stop Biayai Israel: Sejarah akan Menilai Apakah Kita akan Menghadapi Anak-anak yang Kelaparan

Pasukan pendudukan Israel juga melancarkan serangan intensif di lingkungan Sabra di Kota Gaza, dan sekitar menara pemukiman Sheikh Zayed di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara, menewaskan dan melukai sejumlah orang. Saksi mata melaporkan bahwa puluhan jenazah masih berserakan di tanah di lingkungan Sabra karena tim penyelamat dan ambulans kesulitan mencapai daerah tersebut untuk mengevakuasi para korban. Serangan udara Israel juga membom daerah al-Baraka di kota Deir al-Balah, di Jalur tengah.

Sementara itu, pasukan pendudukan Israel terus melakukan pengepungan terhadap Kompleks Medis Al-Shifa dan melakukan penggerebekan ke berbagai departemen dan lingkungannya, di tengah kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik, dan kekurangan pasokan medis, makanan, dan air minum yang aman.

Tercatat 24 pasien dan korban luka telah meninggal dalam dua hari terakhir di Rumah Sakit Al Shifa akibat pemadaman listrik dan kegagalan melakukan operasi bedah setelah peralatan penyelamat jiwa dan medis berhenti bekerja. Pasukan selanjutnya menghalangi akses staf medis ke Apotek Pusat di kompleks medis. 

Baca Juga : Putusan Mahkamah Internasional Gagal Perintahkan Gencatan Senjata

Jumlah orang yang terbunuh di Jalur Gaza sejak awal agresi Israel pada tanggal 7 Oktober telah meningkat menjadi lebih dari 12.000 orang, termasuk 5.000 anak-anak dan 3.300 wanita, sementara jumlah korban luka telah melebihi 30.000 orang; 75% di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Jumlah orang hilang pun bertambah menjadi lebih dari 3.750 warga, termasuk 1.800 anak-anak yang masih tertimbun reruntuhan.(WAFA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Israel bunuh anak-anak #genosida #korban tewas di Gaza
Youtube Jejakfakta.com