Senin, 20 November 2023 06:38

Permabudhi Makassar Dorong Sosialisasikan Gerakan Makan Habis Tanpa Sisa

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2023-2027, di hotel Horison, Makassar, Minggu (19/11/2023). @Jejakfakta/dok. Permabudhi Makassar
Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2023-2027, di hotel Horison, Makassar, Minggu (19/11/2023). @Jejakfakta/dok. Permabudhi Makassar

Permabudhi akan mengajak ummat Buddha untuk tidak melakukan Golput dan tetap netral dalam pemilu mendatang.

Jejakfakta.com, Makassar -- Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2023-2027, di hotel Horison, Makassar, Minggu (19/11/2023). Dalam pelantikan tersebut mendorong kepedulian lingkungan hidup dan partisipasi dalam pemilu 2024.

Ketua terpilih, Suzanna mengatakan bahwa Permabudhi Kota Makassar akan melanjutkan program unggulan dengan nama Ego to Eco (Egois ke Ekosistem), program ini untuk mengajak warga melakukan perubahan dalam pola hidup yang kurang peduli dengan lingkungan.

“Kehidupan yang sering kita jalankan tanpa sadar hanya untuk kepentingan diri sendiri, harus mulai peduli bahwa sekecil apapun tindakan kita itu memberi efek pada lingkungan kita harus memberi dampak baik pada lingkungan,” kata Suzan sapaan akrabnya disela-sela kegiatan.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi

Suzan menuturkan bahwa program Ego to Eco ini telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pemerintah kota Makassar untuk membantu sosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami sedang menyosialisasikan gerakan yang namanya gerakan makan habis tanpa sisa. Gerakan ini difokuskan untuk mengurangi sampah makanan,” terangnya.

Gerakan ini terinspirasi dari program pemerintah dalam mengatasi stunting, yang dimana kata Suzan, 60 persen sampah di kota Makassar dari sampah makanan sedangkan nilai stunting masih dalam jumlah tinggi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Harap Kolaborasi Erat dengan Partai Hanura Jelang Pemilu 2024

“Sebenarnya sangan dilematis kondisi ini, sampah kita yang terlalu banyak makanan sementara di satu sisi nilai stanting belum bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Suzan yang kembali dipercaya menjadi Ketua di Permabudhi mengatakan bahwa selain menjalankan program. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan KPU pusat untuk menyososialisasikan pemilu 2024 mendatang.

“Kita sudah mengadakan kerja sama dengan KPU pusat untuk menyosialisasikan kepada ummat Buddha karena notabene katanya banyak ummat budha yang tanda kutip kurang partisipasinya dalam hal pemilu. Jadi mereka ini dikumpulkan untuk sama-sama membangun nilai positif untuk berkontribusi untuk pemilu tahun depan,” jelasnya.

Baca Juga : Lakpesdam dan Lapar Sulsel Gelar Diskusi Soal Pemilu dan Desakan Reformasi Partai Politik

Suzan juga menegaskan bahwa Permabudhi akan mengajak ummat Buddha untuk tidak melakukan Golput dan tetap netral dalam pemilu mendatang.

“Pastinya netral itukan hak pribadi masing masing permabudhi hanya berfungsi sebagai organisasi yang mendorong seluruh ummat Buddha untuk jangan golput dan harus ikut dalam pesta demokrasi secara positif,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Permabudhi Kota Makassar #Ego to Eco #pola hidup #sampah makanan #ummat Buddha #Pemilu 2024
Youtube Jejakfakta.com