Senin, 04 Desember 2023 12:47

Dialog Nelayan, Empat Masalah Ini Bakal Jadi Prioritas Pj Gubernur Bahtiar

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muh Ilyas serta Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad, melakukan peninjauan dan berdialog dengan nelayan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (3/11/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muh Ilyas serta Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad, melakukan peninjauan dan berdialog dengan nelayan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (3/11/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Jumlah nelayan Sulsel lebih 200 ribu orang. Di Takalar terdapat 16.000 orang.

Jejakfakta.com, Takalar -- Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muh Ilyas serta Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad, melakukan peninjauan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (3/11/2023). Ia berdialog dengan nelayan.

"Kalau kita lihat pesisir Pantai Barat dan Pantai Timur, serta Pantai Selatan itu potensinya luar biasa dan masalah perikanan dan kelautan ini harus kita dengarkan langsung dari nelayan," kata Bahtiar, dalam keterangannya.

Pertama, terkait kemudahan izin usaha kapal. Hal ini menjadi prioritas untuk diselesaikan. Nelayan masih kesulitan dan masih harus menunggu 2-3 bulan sampai izin kapal selesai.

Baca Juga : Didampingi Sofha Marwah, Pj Gubernur Sulsel Hadiri HUT Takalar Ke-64 Tahun

"Tentu inikan tidak sesuai dengan harapan Presiden. Beliau sudah berkali-kali menyampaikan soal kemudahan izin usaha. Kenapa yang seperti ini belum selesai. Tentu bahan masukan buat saya untuk mencari solusi," ujarnya.

Kedua, ketersediaan bahan bakar, nelayan melaut menggunakan solar. Jika tidak ada bahan bakar, masyarakat tidak bisa melaut. Ia menjelaskan, sekarang ada SPBUN yang merupakan stasiun pengisian bahan bakar umum khusus nelayan, yang disiapkan oleh Pertamina atau Patra Jasa. Maka ia mendorong bagaimana dipercepat dan ditambah jumlah volumenya, sehingga tidak menjadi persoalan.

Ketiga, akses permodalan buat nelayan. Keempat, fasilitas pelabuhan perikanan.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Pusat untuk Warga Miskin di Takalar

"Terutama Pantai Barat. Ini ada kesulitan pada saat angin Barat, kapal-kapal kalau tidak ada penghalangnya langsung laut lepas, akan terhempas dan terpelanting. Maka harus dibuatkan break water, tetapi ini membutuhkan biaya yang besar," terangnya.

Adapun break water ini, untuk tahap pertama sudah selesai 300 meter lebih. Untuk tahap kedua telah ada anggarannya dari Pemerintah Pusat.

"Walaupun demikian kami dari Pemprov sudah berupaya beberapa hal. Sudah kita lakukan ada Dana Alokasi Khusus untuk break water di daerah ini, patut kita syukuri," ujarnya.

Baca Juga : Buntut Video Sekda Takalar Diduga Ajak Pilih Gibran, TPD Ganjar-Mahfud Lapor ke Bawaslu Sulsel

"Kemudahan akses permodalan sudah kita upayakan dan segera saya tindak lanjuti masukan masyarakat. Khususnya terkait kemudahan perizinan ini dan ketersediaan bahan bakar," tambahnya.

Lanjutnya, jumlah nelayan Sulsel lebih 200 ribu orang. Di Takalar terdapat 16.000 orang. Sehingga, ia mengaku memikirkan hal ini secara khusus.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Pemerintahan Sulsel. Teman-teman boleh cek alokasi APBD Sulsel mungkin dalam 5-10 tahun terakhir. Ini untuk sektor kelautan dan perikanan, mungkin di zaman kemimpinan kami dan memberikan perhatian paling tidak untuk rumpong dan terumbu karang buatan," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#ppi beba #usaha kapal #bahan bakar #nalayan sulsel #Kabupaten Takalar
Youtube Jejakfakta.com