Sabtu, 20 Januari 2024 09:41

5 Ciri Islam Berkemajuan, Penjelasan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir. (Sumber: Muhammadiyah.or.id).
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir. (Sumber: Muhammadiyah.or.id).

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, tauhid memiliki implikasi bagi kehidupan sosial, bagi alam semesta. Juga bagaimana manusia sebagai makhluk yang tunggal itu harus dimuliakan, ditinggikan derajatnya, dicerahkan dengan dakwah penuh cinta agar mereka kembali ke jalan yang benar dan menghindari jalan yang sesat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memaparkan lima ciri Islam berkemajuan, yaitu tauhid, kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, menghidupkan ijtihad dan tajdid, mengembangkan wasathiyah, dan terakhir menunjukkan sifat rahmatan lil-a’lamin.

Pertama tauhid, Haedar memaparkan bahwa semua golongan Islam bahkan semua umat Islam menjadikan tauhid sebagai dasar i’tikad.

“Jadi tauhid itu keyakinan akan keesaan Allah SWT, dan tugas semua orang islam yakin akan hal itu,” kata Haedar dalam acara Darul Arqom Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (18/1/2024).

Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, tauhid memiliki implikasi bagi kehidupan sosial, bagi alam semesta. Juga bagaimana manusia sebagai makhluk yang tunggal itu harus dimuliakan, ditinggikan derajatnya, dicerahkan dengan dakwah penuh cinta agar mereka kembali ke jalan yang benar dan menghindari jalan yang sesat.

“Untuk hal-hal yang ilmiah jadikan tauhid menjadi perilaku sehari-hari. Yakni tauhid yang melahirkan hubungan sosial,” kata Haedar.

Kedua, kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Dalam pandangan Muhammadiyah kembali pada Al-quran dan Sunnah itu harus dilihat secara meluas. Bagi Islam Berkemajuan, kembali itu tidak semata-mata bermakna tekstual bahwa semua ayat harus dimaknai apa adanya, begitu pula Hadis Nabi.

Baca Juga : Lokasi Salat Tarawih Muhammadiyah 17 Februari 2026 Malam di Makassar dan Sekitarnya

“Memahami kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dalam padangan Islam Berkemajuan meliputi dimensi logika, ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus kita libatkan dalam memaknai Alquran dan Sunnah itu,” ujar Haedar.

Ketiga, ijtihad, yakni mengambil sesuatu yang baru atau mengambil keputusan hukum yang memang secara dalil tidak terkandung di dalam nash. Sesuatu yang baru itu lahir dari pancaran nash dalam mempraktekkan agama.

“Ijtihad itu dibuka oleh gerakan-gerakan pembaharuan termasuk Kiai Dahlan. Kiai Dahlan seperti meluruskan arah kiblat, membuat sekolah modern, dan rumah sakit itu merupakan bagian dari ijtihad,” jelas Haedar.

Baca Juga : Munafri Sebut Olympicad 8 Gerakkan Ekonomi dan UMKM di Makassar

Keempat, mengembangkan wasathiyah, Haedar menjelaskan bahwa wasathiyah atau moderat yakni beragama dengan tengahan kemudian tidak terjebak dengan radikal ekstrem.

“Tengahan itu bukan tidak punya sikap, tetapi mengembangkan pikiran setelah dikaji dan dipahami secara mendalam. Sebagai umat muslim kita perlu toleran, perlu damai dalam hal-hal yang duniawiyah dan sebagainya,” tambah Haedar.

Kelima, menunjukkan sifat rahmatan lil-a’lamin, bagi Haedar menyebarkan Islam yang rahmatan lil-a’lamin itu harus diperluas sampai ke mancanegara seperti bagaimana sinar matahari menyinari semesta.

Baca Juga : Bupati Yusran Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Memajukan Pendidikan

“Jadi islam rahmatan lil-a’lamin itu dimulai dari diri kita, keluarga, tetangga, hingga semesta,” kata Haedar.

Artikel tayang di laman Muhammadiyah Jumat (19/1/2024) dengan judul Haedar Paparkan Lima Ciri Islam Berkemajuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Ketua Umum Muhammadiyah #Haedar Nashir #PP Muhammadiyah #ciri Islam berkemajuan #Muhammadiyah
Youtube Jejakfakta.com