Jejakfakta.com, Internasional - Tim peneliti dari Rusia, Jerman, dan Prancis sedang memeriksa 'virus zombie' yang berasal dari permafrost di Siberia, Rusia. Permafrost adalah lapisan tanah beku yang berada di bawah suhu 0 derajat Celcius selama beberapa tahun terakhir.
Kabar tentang pencairan permafrost kuno yang disebabkan oleh perubahan iklim menimbulkan kepanikan pada umat manusia di seluruh dunia.

Pasalnya, di dalam permafrost itu terdapat sebuah virus zombie berusia 48.500 tahun dalam kondisi membeku yang tiba-tiba ditemukan saat fenomena pencairan fermafrost terjadi.
Baca Juga : Christine Hakim 3 Hari Trending Topic di Twitter Setelah Berperan Sebagai Ilmuan
Dilansir dari First Post, para ilmuwan itu menyebutkan bahwa mencairnya permafrost akibat perubahan iklim dapat menghadirkan ancaman baru bagi manusia dan hewan. Menurut studi yang dipublikasikan bioRxiv, para peneliti telah menghidupkan kembali dan mengelompokkan 13 patogen berusia lebih dari 48.500 tahun yang diberi nama 'virus zombie'. Namun, penelitian ini masih belum ditinjau oleh sejawat dan masih dalam tahap pracetak.
“Kemungkinan permafrost kuno akan melepaskan virus yang tidak diketahui ini setelah pencairan. Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu serta menginfeksi inang yang sesuai dalam selang waktu tersebut, masih belum dapat diperkirakan,” kata peneliti.
Pandoravirus yedoma sendiri adalah 'virus zombie' tertua yang mampu menginfeksi bebrerapa organisme lain yang telah diidentifikasi. Pada fase awal proses isolasi, virus tersebut terlihat di bawah mikroskop cahaya.
Meskipun baru-baru ini Pacmanvirus dikaitkan dengan beberapa kasus demam babi di Afrika, para itu ilmuwan melaporkan bahwa varian baru dari virus ini ditemukan di sisa-sisa usus beku serigala Siberia yang berusia 27.000 tahun.
Lebih lanjut, mereka para peneliti juga menyebut situasi ini akan menjadi berbahaya untuk tumbuhan, hewan, dan juga manusia.
“Situasinya akan jauh lebih berbahaya dalam kasus penyakit tumbuhan, hewan, atau manusia yang disebabkan oleh kebangkitan virus kuno yang tidak diketahui,” jelasnya.
Ahli mikrobiologi Jean-Marie Alempic dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk virus ini, namun ia sempat memastikan bahwa virus zombie tidak akan mengancam kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




