Jejakfakta, Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memimpin hasil survei elektabilitas capres-cawapres di Pulau Jawa, menurut Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).
Seperti dilansir dari CNBC Indonesia Kamis (14/12/2023), ASI menempatkan Prabowo-Gibran di posisi puncak dengan elektabilitas 34,2 persen.

Peringkat kedua Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan elektabilitas 30,7 persen. Ketiga, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 26,3 persen.
Baca Juga : 100 Hari Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran: Membuktikan Keberhasilan dan Menjawab Keraguan
Survei ASI dilaksanakan pada 28 November hingga 5 Desember 2023 di Pulau Jawa yang meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, dalam rilis survei ASI di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2023), mengungkapkan alasan survei secara khusus dilakukan di Pulau Jawa karena setengah pemilih di Pemilu 2024 berada di Pulau Jawa.
"Kenapa survei dilakukan di Pulau Jawa? Secara demografi data KPU mengatakan 56 persen pemilih ada di Pulau Jawa. Pemilih orang Jawa menyebar di seluruh Indonesia," kata Ali.
Baca Juga : Jelang Pelantikan, Jusuf Kalla Pesan Tiga Hal ke Prabowo-Gibran
Dalam survei, kata Ali, terdapat pemilih yang tidak tahu/tidak jawab dengan angka 8,7 persen.
Survei ASI ini juga menangkap temuan pemilih yang tidak akan mengubah pilihan capres-cawapres atau strong voters di angka 48,6 persen.
"Sementara yang mengatakan masih dapat berubah atau swing voters 44,0 persen dan undecided voters 7,4 persen," kata Ali.
Baca Juga : Presiden Jokowi Harap Prabowo-Gibran Persiapkan Diri, Habis Pelantikan Langsung Kerja
Ali menyebut temuan survei tersebut menunjukkan cerug suara di Pulau Jawa masih dapat diperebutkan. Dia menilai tidak ada pasangan capres-cawapres yang mendominasi di Pulau Jawa.
"Kompetisi capres-cawapres di Pulau Jawa masih sangat kompetitif karena belum ada yang unggul dominan," kata Ali.
LSI
Baca Juga : Ketika di Mamuju Presiden Jokowi Tanggapi Putusan MK dan Ajak Bersatu
Sehari sebelum rilis ASI, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru yang juga menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo-Gibran di angka tertinggi.
Direktur Eksekutif LSI, Dyajadi Hanan, dalam konferensi pers di kanal YouTube LSI, Ahad (10/12/2023), mengatakan, elektabilitas Prabowo-Gibran 45,6% pada survei 3-5 Desember 2023. Sebelumnya, sebesar 35,9% menurut hasil survei Oktober 2023, meningkat 9,7 poin.
Tertinggi kedua yakni nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD 23,8%. Perolehan menurun dibandingkan hasil survei sebelumnya atau Oktober 2023 yaitu 26,1%.
Baca Juga : KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024 dengan 96.214.691 Suara, Unggul 36 Provinsi
Menurut Djayadi, melembahnya elektabilitas Ganjar-Mahfud karena hijrah ke Prabowo-Gibran.
"Pada saat ini banyak pindah ke Prabowo dan sebagian kenaikan Prabowo berasal dari penurunan suara Ganjar,” kata Djayadi.
Pasangan nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 22,3%, cenderung meningkat dari Oktober 2023 yang sebesar 19,6%.
Menurut LSI, hasil survei Anies tidak terdampak negatif dari kenaikan suara Prabowo. Anies juga mengalami kenaikan elektabilitas.
Survei LSI dilakukan pada 3-5 Desember 2023 atau jelang beberapa hari menjelang debat pertama capres-cawapres pada 12 Desember 2023.
Survei tersebut menyasar 1.426 responden dengan sebaran mewakili demografi populasi di seluruh wilayah Indonesia. Responden merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon, sekitar 83% dari populasi nasional.
Litbang Kompas
Elektabilitas Prabowo-Gibran juga unggul menurut survei Litbang Kompas pada Desember 2023 yang berlangsung pada 29 November-4 Desember 2023.
Litbang Kompas menempatkan perolehan survei Prabowo-Gibran sebesar 39,3 persen. Dua paslon lainnya, Anies-Muhaimin hanya 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud 15,3 persen.
Survei Litbang Kompas melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Metode tersebut tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei dibiayai sepenuhnya oleh harian Kompas. (Sumber: CNBC Indonesia | Katadata | Kompas.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




