Jejakfakta.com, Luwu Timur -- Bawaslu Kabupaten Luwu Timur mencatat dua pengawas TPS menjalani perawatan akibat diduga kelelahan saat melakukan kerja pengawasan di hari pencoblosan, 14 Februari lalu.
Kedua pengawas tersebut yakni, Mayasari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) tersebut bertugas di TPS 03 Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur dan Suharbi selaku anggota Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Sulkifli, mengatakan, kedua anggota Pengawas diduga mengelami kelelahan saat bertugas dalam melakukan pengawasan.
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional
"Untuk semntara sudah 2 orang. Ada yg dirawat di rumah juga (diduga kelelahan)," kata Sulkifli kepada Jejakfakta, Jumat (16/2/2024).
Menurutnya, kedua pengawas tersebut diduga tidak memperhatikan kondisinya saat bertugas. Bahkan, kedua pengawas tersebut diklaim terlalu bersemangat saat bekerja sehingga ia lupa akan kondisi kesehatannya.
"Saya tadi sempat bincang-bincang, kenapa bisa? Pertama faktor kelelahan, kedua kurang makan. Dia mengedepankan tugas secara maksimal tanpa memperhatikan kondisi kesehatannya, dalam hal ini faktor makanan," jelasnya.
Baca Juga : Sekda Lutim Saksikan Penandatanganan Kerja Sama BPDLH–Mars, Dorong Pembiayaan Hijau untuk Petani Kakao
Padahal, kata Sulkifli, pihaknya telah menekankan sebelumnya agar semua unsur pengawas memperhatikan kondisi kesehatan. Seperti makan pada waktunya dan mengkonsumsi vitamin.
"Untuk kesehatan kami sudah sampaikan bahwa ketika waktu makan, makan. Kan adaji jedanya sebelum perhitungan, adaji jeda bisa istrahat sejenak, dalam hal ini makan,"ujarnya
Kendati demikian, diungkapkan Sulkifli, petugas PTPS yang melakukan pengawasan di TPS itu hanya satu orang. Dan di beck up satu anggota PKD, namun hanya sesekali karena juga mengontrol ke TPS yang lain.
Baca Juga : Siapkan Pasukan 17 Agustus, Lutim Gelar Seleksi Paskibraka 2026
"Kalau memang dilihat dari personil kerja berbeda dengan teknis PPS. Kalau pengawas satu orang, kalau ditingkatan bawah KPPS 7 orang, kalau teman PTPS sendiriji kasian," ujarnya.
Merespon kejadian tersebut, Sulkifli bersama pihaknya mengaku akan tetap melakukan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk kedepannya.
"Ke depan Bawaslu akan memperhatikan, memberikan nasehat kepada teman-teman PTPS maupun PKD dalam hal bekerja tetap memperhatikan kesehatannya. Sehingga potensi-potensi untuk sakit bisa diminimalkan," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




