Jejakfakta.com, Makassar -- Harga beras terus merangkak naik menjadi sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat, bagaimana tidak masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam.
Oleh karena itu, mahalnya harga beras terdebut membuat masyarakat mencari alternatif untuk mengganti makanan pokok lain dengan nilai gizi yang sama.

Pemerhati Kesehatan, dr. Sulfikar Andi Goesli menyebut bahwa selain beras masih ada makanan pokok lain yang nilai gizinya serupa, sehingga dapat menjadi pengganti beras.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Pimpin Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan, Stok Dipastikan Aman
"Untuk nilai-nilai kandungan gizi ya pasti sama, ubi kayu, sagu, sorgum, sukun, boleh juga," kata Sulfikar saat dihubungi Jejakfakta.com, Sabtu (16/3/2024).
Namun, kata Sulfikar untuk menggeser makanan pokok beras menjadi komoditi lain butuh waktu yang panjangan, sehingga lebih mudah diterapkan di daerah pelosok ketimbang di perkotaan.
"Nilai kandungannya komoditi lain ya sama-sama karbohidrat, tapi untuk budaya kita dengan beras sangat mengakar. Misalnya ada pengganti tidak bisa serta merta langsung harus berproses," terangnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Sidak Pasar Pabaeng-baeng, Pastikan Harga Pangan Stabil
Sementara Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Usmi mengatakan bahwa mengganti beras menjadi bahan pokok dapat menangkal ketergantungan masyarakat, dan dapat menambah pendapatan petani di komoditi lain.
"Artinya dengan adanya komoditas lain itu meningkatkan juga pendapatan petani yang lain," jelasnya.
Namun, kata Sri kebijakan ini bukan untuk sebagai kritikan atas kenaikan beras dan menggantinya sebagai makanan pokok, tapi ia berharap semuanya bisa berjalan berbarengan antar komoditi lain.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Sidak Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha
"Kita berharap ini sejalan lah, semuanya memberi keuntungan bagi masyarakat," imbuhnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




