Jejakfakta.com, Makassar -- Dua perguruan tinggi (PT) negeri di kota Makassar membantah dugaan keterlibatan dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kerja paruh waktu mahasiswa di Jerman.
Dua perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Kedua perguruan tinggi tersebut menegaskan bahwa tidak adanya dugaan kerjasama resmi terkait program Ferienjobs baik program yang bersifat flagship maupun mandiri.
Baca Juga : Di EISS 2025, Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Kota Mulia dan Tantangan Sampah
“Setelah melakukan proses pengecekan ke bidang Kerjasama Internasional dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) seperti Program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB)/flagship maupun mandiri,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Muhammad Ruslin, dalam rilis yang diterima Jejakfakta.com, Sabtu (30/3/2024).
Menurut Ruslin, bahwa Unhas pernah menerima laporan dari salah satu prodi di Unhas, pada Oktober 2022 lalu yang dimana terdapat mahasiswa yang meminta surat keterangan aktif kuliah untuk kelengkapan berkas yang digunakan untuk mengurus visa sebagai dokumen keberangkatan mengikuti kegiatan Ferienjob tersebut selama satu bulan dan telah kembali ke tanah air.
Meski demikian, pihak Dekan Fakultas Teknik juga mendapatkan tawaran untuk mengikuti program kegiatan pengiriman tenaga kerja dari unsur mahasiswa ke Jerman.
Baca Juga : Perkuat Layanan Kesehatan Holistik, Menag Resmikan RS UIN Alauddin Makassar
Namun, tidak ditindaklanjuti karena menurutnya program magang mahasiswa tersebut tidak sejalan dengan pencapaian kompetensi mahasiswa.
Serupa dengan UIN Alauddin Makassar yang juga membantah bahwa adanya dugaan kerja sama Ferienjobs dengan pihak kampus.
Kendati demikian, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Amri mengatakan bahwa pernah menerima undangan sosialisasi program ferienjobs, tapi pihak UIN Alauddin tidak merespon undangan tersebut, salah satu alasannnya karena ketidakjelasan lembaga yang mengundang.
Baca Juga : Bupati Pinrang Ungkapkan Keinginan Bangun Kampus Vokasi, Rektor Unhas: Kami Siap Mendukung
“Menegaskan tidak ada kerja sama resmi UIN Alauddin makassar dengan program ferienjob, baik bersifat flagship maupun mandiri,” kata Amri, dalam rilis yang diterima, Sabtu (30/3/2024)
Program Ferienjobs ini, kata Prof Amri membenarkan bahwa pernah ada mahasiswa yang mengatas nama kan UIN Alauddin untuk mengikuti hal terdebut, namun itu karena kemauan mahasiswa tersebut bukan dari pihak kampus itu sendiri.
“Mahasiswa tersebut atas nama Fikram, alumni Prodi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi, namun keberangkatan yang bersangkutan ke Jerman mengikuti program ferianjobs dilakukan menurut inisiatif dan kemauan sendiri tanpa pernah berkoordinasi dengan Career Development Center (CDC) atau bagian Alumni UIN Alauddin Makassar,” pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




