Jejakfakta.com, Makassar - Tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan disambut meriah saat membawakan kuliah umum di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan tema Penguatan Dunia Pendidikan dalam Merespon Fenomena Krisis Global untuk Indonesia Maju yang berlangsung di Pelataran Gedung Pascasarjana UMI Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (10/12/2022).
Anies dikawal langsung sejumlah tokoh dari lembaga masyarakat dan relawan Anies saat berkunjung ke kampus UMI untuk membawakan materi soal progresifitas pendidikan yang telah berdampingan dengan teknologi.

Direktur program pascasarjana UMI, Prof. Sufirman Rahman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kedatangan Gubernur DKI Jakarta periode 2018-2022 Anies Baswedan. Ia mengharapkan mahasiswa UMI bisa terinspirasi dari Anies Baswedan atas semua prestasinya.
Baca Juga : Bupati Irwan Dampingi USIM dan UMI Survey Lokasi Sekolah Unggulan di KHDTK Malili
"Seharusnya mahasiswa UMI bisa terinspirasi dari Prof. Anies Baswedan, sebagaimana prestasi yang dia dapatkan," ujarnya.
Anies Baswedan menceritakan sedikit tentang bagaimana tokoh pejuang pendiri Universitas Muslim Indonesia yaitu salah satunya KH Abdurahman Shihab darah Sulawesi yang begitu menginspirasi. Anies juga berharap masyarakat bisa melek akan teknologi.
"Karena sistem kemarin pada masa pandemi semuanya mendadak jadi teknologi, maka masyarakat harus bisa paham teknologi dalam dunia pendidikan," ujar Anies saat membawakan kuliah umum.
Baca Juga : Munafri Apresiasi Kampus UMI Hadirkan Gelanggang Olahraga Representatif di Makassar
Anies juga membahas soal kepentingan ataupun pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan sangat penting serta menyinggung fasilitas pendidikan yang tidak merata.
"Seperti ketimpangan antara kota dan desa yang sangat berbeda dalam pendidikan, begitu juga akses fasilitas yang di desa sulit didapatkan dan tidak berkualitas," katanya.
Untuk itu, Anies mengharapkan soal keadilan sosial bagi dunia pendidikan penyetaraan dalam lingkup sosial.
"Dunia kampus harusnya memberikan kesetaraan kesempatan bagi siapa saja yang mau kuliah, dan memberikan beasiswa," katanya.
Sekaligus kata Anies, mendorong dengan adanya pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan akan mengurangi ketimpangan kualitas.
"Kalau dosen yang selalu memberikan PPT yang sama setiap tahun, maka dosen tersebut bisa digantikan dengan teknologi. Kalau dosen yang suka dialogis dan inspiratif, maka dosen tersebut tidak bisa di gantikan teknologi," ujarnya.
Baca Juga : PN Makassar Tolak Gugatan Yayasan Wakaf UMI
"Seharusnya ruang kelas atau tempat perkuliahan bisa disetting lebih modern lagi pada saat berinteraksi. Agar anak-anak kita ketika kuliah bisa belajar dengan sesungguhnya. Bila kita tidak memiliki kapasitas dalam pembelajaran maka kita akan ketinggalan dan alumni kita ketinggalan," tambahnya.
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Baca Juga : Jusuf Kalla: Pemerintah Afghanistan Berkomitmen Majukan Pendidikan Kaum Perempuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




