Sabtu, 10 Desember 2022 19:50

Tim Penyelamat Sempat Kekurangan Oksigen

Tambang Batu Bara Sawahlunto Akibatkan 10 Orang Tewas

Editor : Herlina
Korban kecelakaan di tambang batu bara Sawahlunto, Sumbar. (Dok. Pusdalops BNPB)
Korban kecelakaan di tambang batu bara Sawahlunto, Sumbar. (Dok. Pusdalops BNPB)

Tim masih terus menyelidiki penyebab utama kecelakaan kerja di tambang batu bara Sawahlunto, Sumatera Barat.

Sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tambang batu bara Prambahan, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Korban ditemukan pada kedalaman antara 100-300 meter.

Berdasarkan data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selain 10 orang yang meninggal dunia, ada juga korban yang ditemukan dalam kondisi luka berat dan kritis.

"Yang kondisinya luka berat/kritis telah dievakuasi ke RSUD Sawahlunto satu orang. Sedangkan yang luka ringan juga satu orang, telah mendapatkan perawatan intensif dan sudah diperbolehkan pulang," ungkap Pusdalops BPBD Kota Sawahlunto, Kurnia.

Baca Juga : Awaluddin Dorong Pemuda Desa Luwu Timur Siap Kerja Lewat Pelatihan Security

Dalam laporan tertulis yang diterima, dan dari lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, disebutkan, Jumat (9/12) pukul 08.00 Wib, para pekerja masuk ke dalam tambang batu bara bawah tanah.

"Selang 15 menir kemudian, terjadi kecelakaan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka," seru Kurnia, Sabtu (10/12).

Padahal, sebelum kejadian, dan sebelum pekerja masuk ke lubang tambang, petugas pengawas lubang telah memeriksa keamanan mulai dari kandungan metan, kadar oksigen dan kondisi ram penyangga dan sebagainya.

Baca Juga : Dukung Kebersihan Kota, Palopo Terima Bantuan Dua Unit Mobil Sampah dari Bank Sulselbar

"Keadaan semua aman sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku. Petugas lubang telah memeriksa semuanya dan aman," lanjut Kurnia.

Proses pencarian dan pertolongan para korban sempat mengalami kendala, lantaran asap hitam pekat dan beberapa titik api.

Di samping itu, banyaknya pintu mulai dari pintu utama yang hampir mencapai 80 lorong dari 13 pintu ke dua juga menyulitkan tim gabungan.

Baca Juga : Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 962 Jiwa, 40 Jenazah Ditemukan dalam Sehari

Sebanyak tujuh tim penyelamat gabungan yang sudah memiliki sertifikasi penyelamat tambang bawah tanah, bahkan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sawahlunto karena menderita kekurangan oksigen.

"Tim penyelamat gabungan sempat menderita kekurangan oksigen dan harus dilarikan ke Puskesmas serta RSUD Sawahlunto. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja," jelas Kurnia.

BPBD Sawahlunto terus melakukan asesmen dan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Basarnas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan lainnya guna penyelamatan dan evakuasi.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Tinjau TPST Bantargebang, Siapkan Pilot Project Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Tambang

Pihak Kepolisian bersama tim dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian ESDM masih mengumpulkan data dan informasi mengenai kronologi kejadian dan keterangan lain yang diperlukan.

Hingga saat ini, tim tersebut belum dapat menyimpulkan apakah kecelakaan itu merupakan sebuah ledakan atau ada fenomena yang lain. Tim masih terus menyelidiki muasal penyebab dari peristiwa tersebut. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kecelakaan Kerja #Tambang #Batu Bara #BNPB #Pusdalops
Youtube Jejakfakta.com