Jejakfakta - Berkurban dengan patungan 1/7 sapi atau sendiri dengan seekor kambing, manakah yang lebih utama sehingga pahalanya lebih besar?
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ, أَقْرَنَيْنِ, وَيُسَمِّي, وَيُكَبِّرُ, وَيَضَعُ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا. وَفِي لَفْظٍ: ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ . وَفِي لَفْظِ: – سَمِينَيْنِ – وَلِأَبِي عَوَانَةَ فِي “صَحِيحِهِ” : – ثَمِينَيْنِ – . بِالْمُثَلَّثَةِ بَدَلَ اَلسِّين
Baca Juga : Orang yang Lanjut Puasa Syawal Pertanda?
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkurban dengan dua kibas (domba) putih yang bertanduk, lalu beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di leher kedua kibas tersebut (saat menyembelih). Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya (Muttafaqun ‘alaih) . Dalam lafazh lain disebutkan, “Saminain, artinya dua kibas gemuk.” Dalam lafazh Abu ‘Awanah dalam kitab Shahih–nya dengan lafazh, “Tsaminain, artinya kibas yang istimewa (berharga).” (HR. Bukhari, no. 5565 dan Muslim, no. 1966)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ
Baca Juga : Hadiah Istimewa untuk Orang yang Baca Selawat
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan agar diambilkan kibas (domba) bertanduk, kuku dan perutnya hitam, dan sekeliling matanya hitam. Lalu kibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan kurban.” (HR. Muslim, no. 1967)
Dari dua hadits di atas, ciri-ciri hewan yang terbaik untuk qurban adalah: (1) gemuk, (2) warna putih atau warna putih lebih mayoritas, (3) berharga, (4) bertanduk, (5) jantan, (6) berkuku dan berperut hitam, dan (7) sekeliling mata hitam.
Namun, berkurban dengan hewan yang tidak bertanduk tetap sah. Begitu pula, berqurban dengan hewan betina juga sah.
Baca Juga : Pentingnya Wawasan Keagamaan dalam Memilih Pemimpin
Afdal sapi ataukah kambing untuk qurban?
Dilihat dari sisi penumpahan darah:
Satu kambing lebih afdal dari patungan unta atau sapi karena satu kambing berarti bersendirian dalam penyembelihan atau penumpahan darah.
Baca Juga : Akal Butuh Iman dan Al-Qur'an
Dilihat dari sisi banyaknya daging:
Umumnya daging unta lebih banyak daripada daging sapi, daging sapi lebih banyak daripada daging kambing.
Dilihat dari sisi enaknya daging:
Baca Juga : Bersiwak: Dibenci Setan, Perlambat Uban hingga Cerahkan Penglihatan
Daging domba lebih enak dari kambing jawa (ma’iz).
Dilihat dari sisi banyaknya darah yang keluar:
Tujuh kambing lebih utama dari satu unta atau satu sapi.
Dilihat dari sisi warna:
Urutan warna yang afdal adalah putih, lalu kuning, lalu abu-abu, lalu merah, lalu balqa’ (belang-belang, hitam-putih), lalu hitam. (Lihat Hasyiyah Al-Baajuuri, 4:367).
Penulis: KH Muhammad Abduh Tuasikal | sumber: Rumaysho
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




