Siaran televisi analog di Sulsel sebenarnya direncanakan mati total pada 2 November lalu, sesuai dengan jadwal yang ditentukan pemerintah pusat. Tapi belum meratanya perangkat set top box (STB) membuat pelaksanaan program analog switch off (ASO) jadi tertunda.
Dari 6,7 juta STB gratis secara nasional, distribusinya di Sulsel belum mencapai 60% dari sekitar 206.333 unit yang akan dibagikan kepada keluarga miskin di Sulsel. "Karena untuk saat ini, kebijakannya ialah 60% pembagian STB baru bisa di-offkan," kata Amson Padolo, Kepala Dinas Infokom Sulsel.

"Data penyaluran itu merujuk pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari Dinas Sosial. Kita nasih di bawah 60% yang salurkan langsung Kominfo pusat melalui lembaga penyiaran," sambungnya.
Sehingga dari perhitungan yang ada, siaran televisi analog di Sulsel, rencananya akan dimatikan pertengahan Desember 2022. Karena sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menghentikan total siaran TV analog di wilayah Jabodetabek.
Siaran TV analog di Sulsel akan dimatikan belakangan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulsel, Amson Padolo, mengatakan Pemerintah Provinsi menyerahkan penghentian siaran analog itu kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, Kordinator Bidang PS2P Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, Riswansyah Muchsin mengingatkan, warga di Makassar, Maros, Gowa, Pangkep dan Takalar untuk segera bersiap beralih ke digital.
Baca Juga : SRIKANDI Resmi Diluncurkan, Pemprov Sulsel Dukung Digitalisasi Kelola Tata Arsip Pemerintahan
"Setelah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. Kami meminta warga Makassar dan sekitarnya untuk segera bersiap beralih ke siaran digital," seru Riswansyah dalam siaran pers.
Rencananya ASO di wilayah Sulsel akan dimulai pada pertengahan Desember 2022 ini. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




