Jejakfakta.com, Makassar -- Lebih dari 1,5 juta jemaah haji dari seluruh penjuru dunia pada Jumat (14/06/2024) sudah tiba di Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai salah satu rangkaian puncak ibadah haji.
Ibadah wukuf akan dimulai pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Lantas, apa maksud dari wukuf dan apa maknanya?
Baca Juga : Usai Takluk dari Arab Saudi, Ini Jalan Berliku Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Mengutip situs Kementerian Agama, prosesi wukuf dimulai saat matahari tergelincir hingga jelang terbenam. Setelah mendengar khutbah wukuf serta melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak taqdim, semua jemaah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ritual yang bisa mereka jalankan, mulai dari zikir, salawat, serta bermunajat.
Momen ini begitu sakral. Sebab, di fase inilah, para jemaah haji diajak untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta di waktu dan tempat yang sangat mustajab.
Bahkan, prosesi ini lah yang disebut sebagai inti haji.
Baca Juga : Final Pertama Menanti! Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia
"Sebab, Al Hajju Arafah. Haji itu Arafah," kata pembimbing ibadah (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah, Aswadi di Arafah, Jumat (14/6/2024), dilansir dari situs Kementerian Agama.
Menurut Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya asal Gresik itu, keutamaan wukuf tak lepas dari makna yang begitu mendalam dari prosesi ini. Apa saja?
Pertama, wukuf adalah sebuah simbol kebulatan tekad manusia untuk menghentikan semua keburukan yang pernah dia buat agar jangan dilakukan lagi. Juga sebagai momen mengabadikan nilai kebaikan sehingga menjadikannya bibit yang berkembang.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Asrama Haji Embarkasi Makassar
"Ibarat tanah yang subur lalu ditanami hal-hal yang baik. Sehingga menjadikan manusia menjadi lebih baik," katanya.
Makna kedua, wukuf terletak pada waktu pelaksanaannya yang dimulai pada ba'da zawal atau setelah matahari mulai tergelincir. Ini memiliki makna bawa sinar matahari ibarat mata hati kita yang berusaha untuk menghilangkan semua keburukan, serta selalu menumbuhkan hal-hal baik demi selalu bisa mendekat kepada Sang Pencipta.
"Bagaikan matahari yang tengah condong dan mendekat pada kebaikannya, kecondongan untuk selalu mendekat," katanya.
Baca Juga : Penuh Haru, Bupati Irwan Lepas 149 Jamaah Calon Haji Lutim Tahun 2025
Jika jtu terwujud, tujuan utama wukuf sebagai puncak kesadaran untuk selalu berbuat kebajikan itu muncul, baik untuk diri agar bertakwa, untuk sesama, dan alam semesta.
Demi kesempurnaan wukuf, selain mendekatkan diri kepada Sang Khalik, jemaah juga tak boleh melakukan larangan wukuf.
"Seperti memotong tanaman di Arafah, menyiksa hewan dan lainnya. Ini sebagai latihan agar kesadaran diri terbentuk," katanya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




