Jumat, 05 Juli 2024 14:41

Tinjau Pompanisasi di Bantaeng, Jokowi: Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Antisipasi Kekeringan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian diDesa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2024). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian diDesa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2024). (Foto: BPMI Setpres)

Upaya antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kekeringan yang panjang di masa mendatang.

Jejakfakta.com, BANTAENG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan ke Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2024). Disana keduanya meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian, yang dikenal sebagai pompanisasi.

Presiden mengatakan, pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di sebuah daerah. "Pompanisasi ini akan meningkatkan produktivitas," kata Presiden.

"Petani tadi menyampaikan di sini hanya panen sekali padahal tanahnya subur karena airnya enggak ada. Sehingga dengan pompa ini sudah nanam yang kedua,” ujarnya.

Baca Juga : Sampaikan Rencana Bendungan Kahayya ke Jokowi, Bupati Andi Utta : Insyaallah Kita Presentasi di Istana

Presiden juga menjelaskan, pompanisasi ini juga sebagai upaya antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kekeringan yang panjang di masa mendatang. "Artinya dari satu paling tidak minimal kedua, kalau bisa ketiga ini akan meningkatkan produktivitas beras kita secara nasional," ucap Presiden.

Menurutnya, pompanisasi sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global. "Arahnya ke sana dan juga untuk mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi di semua negara," kata Presiden.

Sedangkan terkait swasembada pangan, Presiden mengatakan hal tersebut merupakan proses panjang yang dipengaruhi oleh faktor iklim yang tidak menentu. Tidak hanya Indonesia, faktor iklim juga mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara.

Baca Juga : Ciptakan Sejarah atas Kunjungan Jokowi, Ketua IKA Smansa Bulukumba Apresiasi Pemerintah Daerah

"Saya kira iklim sangat mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara," ucap Presiden. Kepala Negara mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melaksanakan program pompanisasi di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk Kabupaten Bantaeng, pemerintah telah menyalurkan 80 unit pompa dari 150 unit pompa yang dibutuhkan. "Keperluannya 150 tadi Pak Bupati menyampaikan butuhnya 150, sudah diberikan 80 pompa," ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj. Bupati Bantaeng Andi Abubakar.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Presiden Jokowi #Pompanisasi #kekeringan #Produktivitas Pertanian
Youtube Jejakfakta.com