Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Pengurus Cabang Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (PC KPM-PM) Cabang Polewali Periode 2024-2025, menggelar Sekolah Advokasi "Kelas Tobarani" di Aula Sidrap Centre, Kota Makassar, yang berlangsung pada 11-15 Desember 2024.
Pendidikan advokasi ini tidak hanya menghadirkan peserta dari kader KPM-PM Cabang Polewali, juga melibatkan cabang lain atau yang mencakup Internal KPM-PM.

Dewan Senior KPM-PM Cabang Polewali, Aldi Ferdiansyah, mengapresiasi semangat Panitia dan Pengurus yang telah berhasil melakukan sekolah Advokasi "Kelas Tobarani".
Baca Juga : Ekspedisi Pendidikan KPM-PM Cabang Polewali Resmi Dibuka di Desa Tubbi
Ia pun berharap dengan wawasan ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta itu melakukan kerja-kerja kontroling maupun mengatasi masalah yang ada di Kabupaten Polman.
"Saya sangat senang melihat semangat adik-adik panitia dan pengurus KPM-PM Cab. Polewali karena mampu meluangkan waktu, tenaga dan fikiran untuk bisa melaksanakan kegiatan yang saya rasa sangat mewah ini," ujarnya.
"Dan semoga kegiatan ini bukan hanya sekedar pengguguran tanggung jawab pada pemaparan program kerja tapi saya berharap para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yg di dapat pada proses forum di kelas," tambahnya.
Baca Juga : Miris! Ibu Hamil di Polman Ditandu 20 KM Demi Selamatkan Nyawa, Tenaga Medis Ikut Tumbang
Sementara itu, Ketua Umum KPM-PM Cab. Polewali 2024-2025, Aqrib Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya wadah untuk mengasah wawasan para peserta untuk tetap kritis melihat ketimpangan yang terjadi di Polewali Mandar (Polman).
"Dengan melalui sekolah advokasi (kelas tobarani) kami berharap teman-teman peserta dapat lebih peka lagi mengenai berbagai problem yg ada di lingkungan nya, di samping itu kelas tobarani ini juga membuka kesempatan bagi teman-teman peserta untuk berbagi pengalaman dan tantangan yg di hadapi dalam memperjuangkan isu-isu yg ada, terkhusus lingkup daerah yg mereka hadapi," ujar Aqrib, Rabu (11/12/2024).
Sekedar catatan, Sekolah Advokasi "Kelas Tobarani" merupakan wujud nyata dari bentuk kepedulian KPM-PM Cab. Polewali terhadap kemajuan daerah dengan tetap menjaga dan mengawal ketimpangan yang keberpihakannya tidak sama sekali terhadap masyarakat. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap daerah.
Baca Juga : Cinta Tak Terhalang Jeruji, Tahanan Menikah di Masjid Polres Polman
Diketahui, kelas Advokasi kali menghadirkan narasumber perwakilan dari PBHI Wilayah Sulsel, Peneliti, Mahasiswa S2 Unhas, LAPAR Sulsel, Korwil GUSDURian Sulampapua, Direktur Kantor Hukum Milenial Lawyer dan Ketum Dewan pimpinan pusat Kesatuan Aktivis mahasiswa Indonesia (DPP KAMI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




