Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengaku pihaknya telah melakukan upaya penuh dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pengungsi banjir.
"Untuk blok 8 dan blok 10 (Antang), kami telah penguatan kesehatan beberapa pengungsi, satu, dua KK pada tanggal 11 Desember 2024 lalu. (Kemudian) tanggal 15 secara intens, seluruh puskesmas mulai menyiapkan tim medisnya," ujar di lokasi banjir di Kecamatan Manggala, Minggu (22/12/2024).

Dalam mendukung pelayanan tersebut, kata Nursaidah, seluruh penyuluh tenaga kesehatan dikerahkan yang dibagi berdasarkan tugasnya masing-masing.
Baca Juga : Pasca Kebakaran, Bupati Gowa Pastikan Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Tetap Normal
"Ada tiga titik posko, terus ada mobile juga. Tim mobile ini turun ke bawah di tempat-tempat yang banjir serta melihat masyarakat yang tetap tinggal di rumahnya, namun terdampak banjir," jelasnya.
Saat ditanya penyakit apa saja yang dialami oleh para pengungsi, menurut Nursaidah, ditemukan warga menderita flu dan batuk. Meski demikian, pihaknya telah menyediakan berbagai macam obat persedian.
"Rata-rata flu dan batuk, itu yang paling sering di antara semuanya. Obat-obatan yang kita bawah semuanya, karena biasanya kami dapat orang sakit asam lambung, sekit kepala, hipertensi, gatal-gatal dan demam," urainya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Finish 10K MHM 2026, Lebih dari 12 Ribu Pelari Ramaikan Losari
"Jadi itu yang kita siapkan. Jadi alhamdulillah semua terkait kesehatannya tertangani," tambahnya.
Namun, sejauh ini kata Nursaidah, sudah dua warga yang dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan medis. Yakni, seorang ibu hamil yang sudah masuk dalam tahap melahirkan dan seorang anak umur 13 tahun.
"Kemarin ada ibu hamil yang kita rujuk ke dalam Rumah Sakit. Tadi juga kami merujuk satu anak yang usianya 13 tahun," bebernya.
Baca Juga : TP PKK Makassar Turun ke Sekolah, Siswa SMP Diajak Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah
Meski demikian, Nursaidah mengaku saat ini pihak masih terkendali dalam melakukan pelayanan terhadap warga terdampak, terutama pengungsi.
"Karena kita bahu-membahu, tim kita ada, tim gerak cepat kita ada dan puskesmas memang ada. Jadi Jadi kita sudah bentuk memang beberapa tahun yang lalu. Juga ada yang mobile," ujarnya.
Nursaidah pun mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang terdampak banjir agar tetap hati-hati dan menjaga kesehatan tubuh.
"Terus bila ada yang dirasakan gejala-gejala sakit, segera kordinasi tim kesehatan yang ada di wilayahnya masing-masing. Atau bisa menelpon ke 112 untuk diteruskan dimana keluhan-keluhan itu ada," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




