Senin, 06 Januari 2025 19:46

Petani Sulawesi Hemat Biaya hingga 75 persen Berkat Listrik PLN

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) berhasil membantu petani di Sulawesi Selatan menghemat biaya operasional pompanisasi sawah hingga 75 persen per bulan. @Jejakfakta/Dok PLN
Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) berhasil membantu petani di Sulawesi Selatan menghemat biaya operasional pompanisasi sawah hingga 75 persen per bulan. @Jejakfakta/Dok PLN

PLN mencatat ada 3.820 pelanggan program EA di Sulawesi dengan total daya terpasang 191.618 kiloVolt Ampere (kVA).

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) berhasil mengubah cara bertani di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Petani kini dapat menghemat biaya operasional hingga 75% per bulan, sekaligus meningkatkan produktivitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung program ketahanan pangan nasional.

Patahuddin, seorang petani di Kelurahan Butunusu, Kota Makassar, menjadi salah satu penerima manfaat program ini. Sebelum menggunakan listrik PLN, ia mengandalkan pompa air berbahan bakar minyak (BBM) yang menghabiskan hingga 150 liter BBM setiap bulan dengan biaya Rp900 ribu.

Namun, setelah beralih ke listrik dengan daya 5.500 Volt Ampere, biaya bulanannya turun drastis. "Sekarang hanya Rp350 ribu untuk beli token listrik. Pengeluaran saya lebih hemat 61% dan tidak perlu repot antre beli BBM," ujar Patahuddin.

Baca Juga : Kawal Panen 2026, Bupati Irwan Tegas Jaga Harga Gabah

Bukan hanya penghematan, produktivitas Patahuddin juga meningkat. "Dulu, saya hanya bisa mengairi tiga petak sawah per hari dengan BBM. Sekarang, pakai listrik, bisa lima petak per hari," tambahnya.

Kisah serupa datang dari Hasbi, petani bawang merah di Desa Saruran, Kabupaten Enrekang. Sebelumnya, biaya operasional Hasbi mencapai Rp5,2 juta per panen dengan mesin diesel. Namun, setelah menggunakan listrik berdaya 10.600 Volt Ampere, biayanya hanya Rp1,3 juta per panen.

"Dalam satu tahun, saya bisa menghemat Rp23,4 juta. Selain itu, produksi bawang merah saya juga meningkat dari 45 ton menjadi 48 ton per tahun, sehingga pendapatan bertambah hingga Rp69 juta per tahun," jelas Hasbi.

Baca Juga : Gowa Kunci Lahan Sawah, Revisi RTRW Dikebut di Tengah Tekanan Perumahan

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Budiono, mengatakan bahwa program Electrifying Agriculture bertujuan membantu petani, peternak, dan pelaku usaha perikanan meningkatkan efisiensi serta produktivitas mereka.

"Kami terus berinovasi memastikan sistem kelistrikan yang andal agar dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat," kata Budiono.

Hingga Desember 2024, PLN mencatat ada 3.820 pelanggan program EA di Sulawesi dengan total daya terpasang 191.618 kiloVolt Ampere (kVA). Melalui program ini, PLN berkomitmen meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Petani #PLN UID Sulselrabar #ketahanan pangan
Youtube Jejakfakta.com