Selasa, 21 April 2026 13:42

Revitalisasi 3 Terminal Dimulai, Makassar Ubah Wajah Transportasi Jadi Modern dan Produktif

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, saat memberikan keterangan, Selasa (21/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, saat memberikan keterangan, Selasa (21/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar mulai revitalisasi Terminal Daya, Mallengkeri, dan Toddopuli. Fokus pembenahan infrastruktur, penataan kawasan, hingga penguatan fungsi ekonomi dan pelayanan publik.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai bergerak serius mengubah citra terminal yang selama ini identik dengan kumuh, semrawut, dan kurang nyaman. Melalui Perumda Terminal Makassar Metro, revitalisasi besar-besaran dilakukan di tiga terminal utama sebagai langkah menghadirkan wajah baru transportasi darat yang lebih tertib, modern, dan produktif.

Tiga terminal yang menjadi prioritas pembenahan yakni Terminal Regional Daya (TRD) di Kecamatan Biringkanaya, Terminal Mallengkeri di Kecamatan Tamalate, dan Terminal Toddopuli di Kecamatan Panakkukang.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, serta optimalisasi fungsi pelayanan publik.

Baca Juga : Bank Sulselbar Disiapkan Jadi Mitra Utama KUR PKL, Pemkot Makassar Dorong Penataan Kota Berbasis Pemberdayaan UMKM

“Khusus Terminal Daya, kami lakukan pembenahan kawasan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, penataan operasional, hingga penguatan regulasi,” ujar Elber, Selasa (21/4/2026).

Terminal Daya Jadi Pusat Transportasi dan Ekonomi

Menurut Elber, Terminal Regional Daya memiliki peran strategis sebagai simpul utama transportasi darat Makassar. Namun hingga kini, fungsinya belum maksimal karena masih banyak kendaraan yang mengambil penumpang di luar area terminal.

Baca Juga : PKL Ditertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Bantuan Modal KUR dan Lokasi Usaha Baru

Praktik naik turun penumpang di pinggir jalan maupun pool perusahaan otobus dinilai menjadi hambatan utama berkembangnya terminal.

“Terminal Regional Daya ini sangat strategis, tapi belum berfungsi maksimal karena masih banyak kendaraan mengambil penumpang di luar terminal,” jelasnya.

Sebagai solusi, pihak Perumda telah menyiapkan lahan dan fasilitas di dalam terminal untuk kendaraan kecil maupun PO yang ingin beroperasi resmi di kawasan tersebut.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Pastikan Aspirasi Warga dari Reses DPRD Segera Ditindaklanjuti

Saat ini, Terminal Daya melayani rute AKAP dan AKDP dengan intensitas tinggi. Setiap malam tercatat sekitar 200 kendaraan masuk dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Jika seluruh aktivitas penumpang terpusat di dalam terminal, kawasan tersebut diyakini akan kembali hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi kios serta UMKM.

“Kalau regulasi berjalan baik, terminal akan ramai seperti suasana bandara,” tambahnya.

Baca Juga : Lampu Hijau Stadion Untia Kian Nyata, Penimbunan Ditarget Mulai Tahun Ini

Terminal Mallengkeri Disulap Jadi Kawasan Bongkar Muat Modern

Sementara itu, Terminal Mallengkeri juga mulai dibenahi. Fokus awal dilakukan pada perbaikan infrastruktur dasar seperti pengaspalan jalan yang sebelumnya rusak dan kerap tergenang air saat hujan.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan berlubang sudah diperbaiki dan akses dalam terminal semakin nyaman,” katanya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah

Selain itu, Pemkot Makassar menyiapkan Terminal Mallengkeri sebagai lokasi alternatif pasar bongkar muat yang selama ini beraktivitas di kawasan Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara.

Konsep yang disiapkan yakni aktivitas perdagangan partai besar langsung dari kendaraan pada malam hari, sehingga tidak mengganggu operasional terminal pada pagi hingga siang hari.

Sekitar 100 unit kendaraan pedagang disebut siap direlokasi ke kawasan tersebut setelah infrastruktur diperbaiki.

Toddopuli Akan Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Sentra Usaha

Berbeda dengan dua terminal lainnya, Terminal Toddopuli akan diarahkan menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) multifungsi.

Konsep pengembangannya mencakup jogging track, area parkir, ruang usaha berbasis tenant, hingga fasilitas publik yang terintegrasi.

“Terminal Toddopuli rencananya kita arahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau. Fungsinya untuk olahraga, parkir, dan ruang usaha tertata,” ungkap Elber.

Kawasan seluas sekitar 9.600 meter persegi itu bahkan berpotensi diperluas hingga 1,6 hektare melalui kolaborasi lahan dengan Perumnas.

Tahun 2026 Jadi Momentum Besar Pembenahan

Elber menegaskan tahun 2026 menjadi momentum pembenahan menyeluruh seluruh terminal yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro.

“Tahun ini fokus pembenahan infrastruktur tiga terminal. Harapannya, di 2027 tingkat pembenahan tidak sebesar sekarang,” ujarnya.

Pemkot Makassar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta maupun pihak ketiga untuk mendukung percepatan revitalisasi terminal.

Dengan langkah ini, terminal di Makassar diharapkan tak lagi sekadar tempat transit, tetapi menjadi wajah kota yang mencerminkan kualitas pelayanan publik modern. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Terminal Makassar #terminal daya #Terminal Mallengkeri #Terminal Toddopuli #Pemkot Makassar #Elber Maqbul Amin #revitalisasi terminal #Transportasi Makassar #terminal modern
Youtube Jejakfakta.com