Jejakfakta.com, BONE - Tim gabungan penyidik dari Polda Sulsel dan Polres Bone telah mengamankan 11 senapan angin milik warga untuk diperiksa dalam penyelidikan kasus tewasnya pengacara Rudi S. Gani pada malam tahun baru lalu.
Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa peluru yang ditemukan dalam tubuh korban berasal dari senapan angin.

Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pengungkapan kasus.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Perkuat Sinergi dengan Polda Sulsel Jaga Kamtibmas dan Dukung Pembangunan
"Kami telah mengamankan 11 senapan angin beserta beberapa teropong dari warga sekitar yang akan kami periksa bersama-sama," ujar Erwin dalam konferensi pers di Warkop Melocca, Jalan Sultan Hasanuddin, Watampone, Senin (6/1/2025).
Sejak peristiwa tragis tersebut, yang kini telah memasuki hari keenam, polisi juga telah meminta keterangan dari belasan saksi.
"Kami terus memeriksa sejumlah orang yang berada di lingkaran korban, termasuk keluarga, istri, dan tiga tukang yang bekerja di lokasi kejadian. Selain itu, kami juga akan mendalami hubungan korban dengan warga yang pernah berperkara dengannya, mengingat profesinya sebagai pengacara yang sering menangani berbagai kasus," jelas Erwin.
Baca Juga : Polda Sulsel Dinilai Lamban Tangani Perkara, Mirayati: Pelaku Kekerasan Seksual Diduga Melarikan Diri
Hingga kini, belum ada kesaksian yang mengarah langsung pada tersangka tertentu. Namun, Erwin menegaskan bahwa penyelidikan akan terus diperdalam.
"Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Polres Bone bersama Polda Sulsel akan bekerja secara profesional dan transparan," tambahnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk mendukung proses penyelidikan dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim gabungan. "Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi penting terkait kasus ini untuk segera melapor. Kerahasiaan identitas pelapor akan kami jamin sepenuhnya," tegas Erwin.
Baca Juga : 29 Orang Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Kerusuhan dan Pembakaran Dua Kantor DPRD di Makassar
Kapolres juga mengajak media massa untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan tidak spekulatif kepada masyarakat.
"Kami akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kasus ini. Jika nantinya ditemukan bukti yang mengarah kepada pelaku, kami akan segera mengumumkannya," tutupnya.
Penyelidikan terhadap kasus ini menjadi prioritas utama kepolisian, mengingat tingginya perhatian publik terhadap insiden penembakan yang melibatkan seorang pengacara ternama di Bone tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




