Jejakfakta.com, Makassar - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan pohon Trembesi yang tumbang di Jalan Sungai Lariang, Jumat (23/12/2022) kemarin memang berusia ratusan tahun dan sebenarnya sudah menjadi kebanggaan Makassar.
"Pohon trembesi adalah sebagai identitas bahwa Kota Makassar sejak dulu peduli dengan lingkungan hijau," katanya.

Danny sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto, pasca terjadinya insiden itu, timnya langsung menuju ke lokasi kejadian. “Tidak cukup lima menit tim langsung turun ke lapangan termasuk tim kesehatan. Alhamdulillah kita syukuri juga karena korban jiwa yang fatal terhindari. Semua selamat,” ujarnya.
Baca Juga : Safari Subuh Jadi Panggung Peringatan Dini, Munafri Soroti Ancaman Pohon Tua di Tengah Hujan Deras
Atensi untuk pohon tumbang ini, ia mengaku sudah memerintahkan tim untuk memangkas ranting pohon yang rawan.
“Saya perintahkan Pemadam Kebakaran, DLH untuk bantu, apalagi kita juga punya mobil baru dengan crane yang cukup panjang dengan beberapa alat pemotong pohon yang baru maka segera kita mitigasi,” akunya.
Pula mempromosi (pangkas ranting/daun) untuk mengurangi beban pohon terhadap daun yang basah karena bebannya mencapai dua kali lipat dari biasanya. Jika perlu dilakukan peremajaan.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Picu 102 Pohon Tumbang di Makassar, DLH Perketat Mitigasi dan Prosedur Penebangan
Wali Kota dua periode ini juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindari pohon-pohon besar, besi-besi, listrik, juga menjaga anak-anak terhadap arus air. “Itu juga, jangan sembarang buang sampah karena dapat menurunkan kinerja drainase,” pesannya.
Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi lima orang korban pohon tumbang dan memberi semangat dan menyampaikan kesanggupan Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar menanggung semua biaya perawatan itu.
Baca Juga : Warga Diimbau Tetap Waspada Cuaca Ekstrem, Fadli: Petugas BPBD Masih Siaga di Lapangan
“Pokoknya kita fokus untuk sembuh, biaya pengobatan Pemkot yang tanggung,” kata Danny saat berbincang dengan salah seorang korban bernama Fitriani di RS Pelamonia, kemarin.
Fitri mengalami luka pada kaki. Di sebelahnya ada korban lainnya, Martinus. Lelaki ini mengalami benturan. “Semangatki untuk sembuh, saya sudah telepon kadinkes untuk menangani perawatan ini,” ucapnya kepada Martinus.
Danny menuturkan total korban ada lima orang. Dua orang sedang menjalani observasi ketat sehingga harus menjalani rawat inap. Meski begitu, kondisi mereka stabil.
Baca Juga : Pohon Tumbang Hingga Longsor Timbun Ruas Jalan Parigi Gowa
Pengakuan Saksi dan Korban
Sudirman, suami korban Fitriani, mengaku istinya sedang makan di Warung Bakso Anjas di salah satu langganannya.
“Jadi pergi makan bakso, kan di sini Kartika, bakso Anjas, sementara dia makan, tiba-tiba pohon jatuh," ujar Sudirman saat ditemuai di RS Pelamonia, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga : Cuaca Buruk, Pohon Tumbang di Gowa Timpa Rumah Warga
Diketahui, Fitriani salah satu korban yang terakhir di evakuasi. Menurut Sudirman, kakinya terjepit.
Sementara itu, Arfan, pemilik kafe Kacak, mengaku salah satu yang menjadi korban adalah karyawannya. Dari kejadian tersebut kafe miliknya hancur.
Arfan menjenguk rekannya yang menjadi korban. Ia mengaku kaki korban berada dibawa pohon, kena runtuhan bangunan.
"Karna hujan lebat, angingnya juga kencang, agak gelap di sana, jadi pas jam-jam 10 an gitu jatuh itu pohon. Kebetulan itu kafe pas di depan pohon. Kafe hancur tertimpa pohon,” ungkapnya.
Selain itu, saksi mata lain, Hadaria, salah satu pedagang minuman mengatakan ia sementara duduk, tiba-tiba pohon tersebut tumbang. Ia pun dengan cepat menyelamatkan diri.
Itu tadi setelah hujan deras dan mulai mi redup (rintik), saya sementara duduk-duduk, tiba-tiba bunyi keras. Ternyata pohon besar tumbang," katanya.
Dari kejadian tersebut, Hadaria mengaku gerobak miliknya rusak tertimpa pohon.
"Rusak ki gerobakku, kulkas dan gelas-gelas lalu saya cepat-cepat tadi selamatkan diri," ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




