Gowa, jejakfakta.com – Kabupaten Gowa sarat kabar longsor hingga saat ini. Hari ini, longsor melanda di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong.
Laporan yang dihimpun jejakfakta, tercatat 10 korban longsor dan tiga di antaranya belum ditemukan.

Seunit rumah rusak parah tertimbun longsoran.
Baca Juga : Lontara Plus Bakal Hadirkan Prakiraan Cuaca BMKG, Munafri: Informasi Penting Kini dalam Satu Genggaman

"Ijin melaporkan Bapak Bupati bahwa terjadi Longsor di wilayah Bangkeng Tabbing, Lingkungan Bontotene, Kel. Bontolerung. Satu Buah rumah kantor yang ditempati pandawa lima tertimbun longsor dan di dalam rumah tersebut terperangkap sekitar tiga orang," tulis pesan laporan dari Kelurahan Bontolerung, Sabtu (24/12/2022).
Dalam laporan tersebut menyampaikan, tujuh dari 10 korban sudah dievakuasi dalam keadaan selamat.
Tiga korban dalam pencarian adalah Muhammad Arsyad, Anwar, dan Hasan.
Baca Juga : 5 Titik Longsor di Tinggimoncong Gowa, Masyarakat Diimbau Berhati-hati Saat Menuju Malino
“Adapun rumah warga yang terseret deras air Sungai Manappa yaitu rumah atas nama Pak Halim dan Dg Conci," katanya.
Saat ini tim Basarnas Sulsel menuju ke lokasi bencana untuk evakuasi dan mencari korban hilang.
Longsor ini melanda dini hari, sekitar 03.00 Wita.
Baca Juga : Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H di Kampus Unismuh, BMKG: Posisi Hilal 5 Derajat
Longsor Tinggimoncong terjadi saat hujan lebat berangin kencang.
Daerah tetangga Tinggimoncong, Kecamatan Parangloe, tertimpa longsor Rabu 16 November 2022 jelang petang. Juga di sejumlah lokasi lainnya Gowa, namun Parangloe terparah kala itu.
Baca Juga : Gempa Bumi Berkekuatan M 3,6 Getarkan Kabupaten Bone
Longsor Parangloe tepatnya di Dusun Sapiria dan Dusun Kunyika, Desa Lonjoboko. Sejumlah rumah warga tertimbun.
Enam korban meninggal longsor Parangloe: Nurhaya (24), Nuraeni (47), Sunaria (38), Daeng Ngaseng (60), Jumaria (37), dan Muhammad Royan (6).
Status Awas
Baca Juga : BMKG Makassar Sebut Hilal Terlihat 0,21 Derajat, Terkendala Cuaca Mendung
Selain Gowa, sejumlah wilayah di Sulsel juga mengalami cuaca ekstrem.
Sulawesi Selatan naik ke status awas cuaca ekstrem menurut peringatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, mulai 23 sampai 25 Desember 2022. Cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
"Diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Kamal, dalam siaran persnya, Jumat (23/12/22).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



