Sabtu, 24 Desember 2022 14:14

Update: Dua Korban Meninggal akibat Longsor di Tinggimoncong Gowa

Dua korban longsor yang hilang di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, ditemukan meninggal dunia, Sabtu (24/12/22).
Dua korban longsor yang hilang di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, ditemukan meninggal dunia, Sabtu (24/12/22).

Sebelumnya, dilaporkan tiga korban longsor Tinggimoncong hilang: Muhammad Arsyad, Anwar, dan Hasan.

Gowa, jejakfakta.com – Dua korban longsor yang hilang di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, ditemukan meninggal dunia.

“2 Korban Tanah lonsonr di Lingk bangkeng tabbing Kel Bontolerung Kec Tinggimoncong telah di temukan an. Multazam syarif als Hasan dan Anwar,” tulis sumber jejakfakta dari Gowa, Sabtu (24/12/22).

Sebelumnya, dilaporkan tiga korban longsor Tinggimoncong hilang: Muhammad Arsyad, Anwar, dan Hasan.

Baca Juga : Lontara Plus Bakal Hadirkan Prakiraan Cuaca BMKG, Munafri: Informasi Penting Kini dalam Satu Genggaman

"Ijin melaporkan Bapak Bupati bahwa terjadi Longsor di wilayah Bangkeng Tabbing, Lingkungan Bontotene, Kel. Bontolerung. Satu Buah rumah kantor yang ditempati pandawa lima tertimbun longsor dan di dalam rumah tersebut terperangkap sekitar tiga orang," tulis pesan laporan dari Kelurahan Bontolerung, Sabtu (24/12/2022).

Laporan warga, ada pula rumah warga yang terseret ke Sungai Manappa yaitu rumah milik Halim dan Dg Conci.

Saat ini tim Basarnas Sulsel di lokasi bencana.

Baca Juga : 5 Titik Longsor di Tinggimoncong Gowa, Masyarakat Diimbau Berhati-hati Saat Menuju Malino

Longsor ini melanda Tinggimoncong Sabtu (24/12/22) sekitar 03.00 Wita.

Longsor Tinggimoncong terjadi saat hujan lebat berangin kencang.

Daerah tetangga Tinggimoncong, Kecamatan Parangloe juga tertimpa longsor Rabu 16 November 2022 jelang petang. Juga di sejumlah lokasi lainnya Gowa, namun Parangloe terparah kala itu.

Baca Juga : Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H di Kampus Unismuh, BMKG: Posisi Hilal 5 Derajat

Longsor Parangloe tepatnya di Dusun Sapiria dan Dusun Kunyika, Desa Lonjoboko. Sejumlah rumah warga tertimbun.

Enam korban meninggal longsor Parangloe: Nurhaya (24), Nuraeni (47), Sunaria (38), Daeng Ngaseng (60), Jumaria (37), dan Muhammad Royan (6).

Status Awas

Baca Juga : Gempa Bumi Berkekuatan M 3,6 Getarkan Kabupaten Bone

Selain Gowa, sejumlah wilayah di Sulsel juga mengalami cuaca ekstrem.

Sulawesi Selatan naik ke status awas cuaca ekstrem menurut peringatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, mulai 23 sampai 25 Desember 2022. Cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.

"Diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Kamal, dalam siaran persnya, Jumat (23/12/22).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kecamatan Tinggimoncong #Bangkeng Tabbing #Longsor Gowa #Kelurahan Bontolerung #Desa Lonjoboko #BMKG Wilayah IV Makassar
Youtube Jejakfakta.com